Antrian Panjang Di SPBU Desa Tanjung Putra,Diduga Ada Terjadi Penimbunan BBM

BatangHari748 Dilihat

Lensaone.id – Batanghari – Antrian Panjang Terjadi Di Pom Bensin yang terletak Di Desa Tanjung Putra yang mana Antrian pengisian BBM Bahan Bakar Miyak Jenis Permium,Solar bersubsidi terjadi Kelangkaan.Senin.(26-07-2020).

Bahkan jenis solar kelangkaan nya hampir setiap hari di SPBU Desa Tanjung Putra kecamatan mersam kabupaten Batanghari,diduga terjadinya penyelewengan minyak bersubsidi jenis ini telah terjadi Di SPBU Tersebut.

Ahmad salah satu sopir mengatakan di SPBU ini setiap hari terjadi antrian panjang,bisa berjam-jam kami ikut antrian sering juga tidak kedapatan BBM lagi untuk mengisi minyak jenis solar ini.

“susah sekali di SPBU ini baru jam segini kok sudah habis dikemanain BBM jenis minyak solar ini kami jadi heran “tutur Ahmad”

A Inisial Warga yang engan disebut namanya warga Desa setempat mengatakan emang sering terjadi kelangkaan BBM jenis solar di SPBU ini dikarenakan adanya pemainan minyak yang mengalihkan minyak bersubsidi ke penadah gelap atau kepada pengusaha tambang dengan alih mendapat keuntungan lebih untuk kedua belah pihak saja sampai-sampai tak memikirkan hak masyarakat kecil.

“Itu mobil- mobil yang antrian yang berjumla kurang lebih 20 buah ‘itu itu’ saja mobil nya yang setiap hari antrian di SPBU ini, antrian nya tidak beraturan entah mobil siapa itu,ada yang menghadap ke Utara ada juga yang keselatan.apa maksudnya begitu katanya ikut antrian tapi bertolak belakang sesukanya aja emangnya SPBU ini punya nenek moyangnya “tegas warga”

“Saat awak media lensaone.id. menjumpai salah satu karyawan SPBU untuk mengklarifikasi masalah ini dan menanyakan siapa GM( GENDRAL MANAGER ) disini beliau mengatakan disini tidak ada GM(GENDRAL MANAGER) disini cuman ada pengurus tempat kami “setor uang”yang lain gak ada untuk yang lain kami tidak tahu menahu silahkan tanya ke pengurus aja “imbuh nya”

Kita masyakarat tidak bisa menyalakan PT Pertamina karena mereka hanya bertanggung jawab dari depot pengisian hingga minyak itu sampai ke tangki timbun di SPBU selanjutnya PT PERTAMINA tidak punya wewenang lagi kecuali ada kesalahan patal dari pihak SPBU

“Untuk itu Warga setempat berharap bantuan kepada pihak keamanan (kepolisian) untuk mengawasi lebih ketat lagi masalah BBM bersubsidi ini supaya tidak dimanfaatkan oknum-oknum yang meraup keuntungan pribadi.

Reporter. : Zamzami

Komentar