Pemerintah Dusun Amankan Mesin Robin Dalam Razia Peti Disungai Lubuk Larangan Telentam jaya

Lensaone.id-Bungo – Aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) dengan menggunakan mesin Robin di Kabupaten Bungo propinsi Jambi ini tak ada habisnya. Tak tanggung-tanggung, aksi pelaku perusak lingkungan tersebut sudah berani beroperasi di lubuk larangan,rabu 22 April 2021.

 

Seperti yang terjadi di lubuk larangan Telentam Jaya, Dusun Telentam, Kecamatan Tanah Sepenggal, Kabupaten Bungo ini. Aksi itu membuat Pemerintah Dusun (Pemdus) Telentam dan masyarakat marah hingga puncaknya menggelar razia.

 

Dari razia tersebut, akhirnya berhasil mengamankan mesin Robin dan rakit yang digunakan untuk menambang emas ilegal.

 

Rio Telentam, M. Isa membenarkan bahwa Pemdus bersama warga menggelar razia di Sungai Telentam dan berhasil mengamankan satu unit mesin Robin dan rakit yang digunakan untuk menambang emas.

 

“Sudah berkali-kali kita sampaikan dan peringatkan ke warga bahwa jangan melakukan aktivitas penambangan emas di Sungai Telentam apalagi di lubuk larangan. Namun tidak juga diindahkan,” kata Isa sebagaimana rilis yang diterima Ungkap.co.id, Rabu malam (21/4/2021).

 

“Kita dan masyarakat Telentam sudah marah dengan kegiatan ilegal ini,” tambahnya.

 

Sambung Isa, kegiatan yang dilakukan oleh Pemdus dan masyarakat Telentam tersebut bukan tanpa alasan. Hal ini selain dapat mencemari sungai, dan akan merusak alam serta air sungai tersebut,sebab Warga masyarakat kami kebutuhan utama  mengunakan  untuk mandi, mencuci, hingga digunakan sebagai air minum.

 

“Masyarakat kita mandi, nyuci, untuk air minum di sungai itu, tapi dengan adanya mesin Robin yang menambang tersebut, air sungai jadi keruh. Sungai itu adalah sungai satu-satunya di Dusun Telentam, tentu tidak bisa digunakan oleh warga. Itu sungai lubuk larangan, kalau air sungai sudah tercemar, ikan-ikannya pun bisa mati,” jelasnya.

 

Untuk itu, Isa tak bosan-bosannya mengimbau warga agar tidak lagi melakukan aktivitas menambang emas di sungai Telentam tersebut. Kalau masih ada Pemdus bersama masyarakat akan membakar maesin tesebut,tanpa alasn apa pun,apalagi mereka peti  mesin Robin sudah di lubuk larangan.

 

“Kami tidak mencari popularitas dalam razia ini, kami demi masyarakat kami yang membutuhkan air sungai yang bersih dan lubuk larangan tetap terjaga,” pungkasnya.

(Reporter Ayu)

Komentar