Satreskrim Polres Bungo Kejar Pelaku Dugaan Pembunuhan di Dusun Air Gemuruh Kecamatan Bathin III

LENSAONE.ID-BUNGO-Tim Satreskrim Polres Bungo buru pelaku pembunuhan, yang ditemukan warga di lobang bekas galian dompeng. Tepatnya, di Dusun Air Gemuruh, kecamatan Bathin III, Kabupaten Bungo, Jambi, Senin 16 Januari 2023.

 

Informasi dirangkum sidakpost.id, korban bernama Zabakar (59) warga Desa Melati RT 08, Kecamatan Bajubang, Batanghari, Jambi. Untuk domisili korban di Simpang Tanah Tumbuh, kecamatan Pasar Muara Bungo.

 

Kasat Reskrim Polres Bungo, AKP Septa Badoyo kepada sidakpost.id mengatakan, korban yang ditemukan kemarin di dalam bekas lobang galian dompeng (PETI) itu sudah ada identitasnya dan pihak keluarga sudah mengetahui.

 

“Awalnya mayat ditemukan oleh seorang warga sekitar, adanya bau menyengat tak jauh dari kebun. Setelah di telusuri bahwa bau busuk itu berasal dari bekas lobang galian dompeng adalah, sesosok jenazah tanpa identitas,” ucap AKP Sepeta, Rabu (18/01/2023).

 

Berkat informasi yang diperoleh maka tim terus bergerak akhirnya, ditemukan alamat dan identitas korban. Dari hasil otopsi juga ditemukan dugaan pembunuhan, karena ada beberapa barang bukti baju korban di lokasi, tapi yang mengikat kaki dan tangan korban. Serta adanya kawat mengikat leher korban.

 

“Jadi dari hasil pemeriksaan medis, tubuh korban ditemukan ada luka akibat tusukan benda tajam, dan ada benturan pemukulan kepada korban. Berkat hasil pemeriksaan tersebut maka, dilakukan penyelidikan dan kini pelaku sedang kita buru,” kata AKP Septa.

 

Hal senada juga di sampaikan juga oleh Datuk Rio air Dusun gemuruh Sahrul pahmi beliau juga mengatakan ” saya dukung terus pihak polres Bungo yang terus menyelidiki perkembangan kasus dugaan penemuan mayat di dusun air gemuruh kecamatan Bathin III, saya perwakilan dari masyarakat dusun air gemuruh berharap sangat agar siapapun oknum-oknum yang membunuhnya agar cepat terungkap dan di tangkap, dan di hukum seberat beratnya, “Tutur Sahrul pahmi Rio Dusun air gemuruh”

 

(Reporter Hendrry)

Komentar