oleh

Beda Pendapat dua Anggota DPRD Provinsi Jambi nyaris baku Hantam

Lensaone.id -Jambi-Anggota Dewan terhormat provinsi yang dipilih rakyat dan digaji Dengan uang rakyat aturan bisa memberi contoh yang Baik tingka laku yang baik atau ucapan penyampaian aspirasi rakyat provinsi Jambi, Tapi Saat Sidang paripurna penyampaian KUPA PPAS APBD- Perubahan 2021 yang berlangsung di Gedung perwakilan rakyat Provinsi jambi(13/9/2021) malah ucapan kata kata nya yg tidak mencerminkan kan anggota DPRD Provinsi Sehingga terjadi lah keributan saat sidang paripurna Sesama anggoat DPRD Provinsi Jambi.

 

Dua anggota dewan yang nyaris adu fisik dari fraksi PPP-Bekarya Kamaludin Havis dan dari fraksi Demokrat Ahmad Fauzi.

 

Kekisruhan terjadi keributan berawal saat ketua Fraksi Demokrat Ahmad Fauzi melakukan intrupsi ke ketua DPRD provinsi Edi Purwanto, untuk meminta penjelasan Gubernur Jambi Al Haris terkait adanya rencana penyertaan modal ke Bank Jambi yang disampaikan dalam KUPA PPAS APBD- Perubahan 2021

 

Ahmad Fauzi mempertanyakan pernyataan modal Bank Jambi di KUPA, sementara perdanya ditunda.

 

Gubernur Al Haris menjawab jika masih menunggu konfirmasi dari Bank Jambi.

 

“Seharusnya BUMD seperti Bank Jambi lebih intensif, tapi hingga saat ini belum ada menemui kami,”jelas Al Haris

 

Lalu kemudian Ahmad Fauzi menjawab kembali jika belum ada kepastian hukum, seharusnya penyertaan modal ke Bank Jambi Rp 40 miliar lebih ditunda dulu.

 

Saat di konfirmasi mengenai hal ini, Ketua Dewan Edi Purwanto mengatakan, kejadian terjadi dikarenakan beda pandangan pola pikir, yang di sisi lain tidak bisa menerima. Hingga terpancing dan menyebabkan keributan antar anggota fraksi.

(Reporter Erick)

Anggota DPRD Bungo

ADV

Kepala Desa

Komentar

News Feed