LENSAONE.ID – MUARO JAMBI – Warga Desa Sipin Teluk Duren, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muaro Jambi, mendatangi Kantor Pemerintah Desa Sipin Teluk Duren sebagai bentuk protes terhadap operasional sebuah pabrik kelapa sawit yang berdiri di tengah kawasan permukiman warga. pada Minggu lalu (9/7/26)
Aksi yang diikuti masyarakat dari sekitar tujuh Rukun Tetangga (RT) itu dilakukan sebagai bentuk penolakan terhadap keberadaan pabrik yang diduga dinilai berpotensi mengganggu kenyamanan, kesehatan, dan lingkungan tempat tinggal mereka.
Warga mengaku kecewa karena merasa tidak pernah dilibatkan maupun diberikan informasi terkait proses perizinan operasional pabrik tersebut. Mereka baru mengetahui keberadaan pabrik setelah aktivitas pengolahan mulai berjalan.
Dalam video yang beredar saat aksi berlangsung, ratusan warga tampak memadati halaman Kantor Desa Sipin Teluk Kecamatan kumpeh ulu kabupaten Muaro Jambi , Masyarakat menyampaikan aspirasi secara langsung kepada pemerintah desa dan mendesak agar operasional pabrik dihentikan hingga seluruh persoalan, termasuk legalitas dan dampak lingkungannya, dapat dijelaskan secara terbuka kepada masyarakat.
Menurut keterangan warga, pabrik yang mereka kenal dengan sebutan
PT. SINAR AGRO TENERA UNGGUL (PT SATU) telah beroperasi sekitar beberapa minggu sebelum akhirnya menuai penolakan. Selama beroperasi, warga mengaku sering d mencium bau menyengat yang diduga berasal dari aktivitas pengolahan kelapa sawit.
“Kurang lebih sudah beberapa minggu beroperasi. Bau menyengat sering tercium dan membuat warga merasa tidak nyaman,” ujar salah seorang warga.
Selain bau menyengat, masyarakat juga mengkhawatirkan dampak polusi udara terhadap kesehatan, terutama bagi anak-anak dan lanjut usia yang tinggal di sekitar lokasi pabrik.
Warga mengaku hingga kini belum mengetahui secara pasti nama perusahaan maupun identitas badan usaha yang mengelola pabrik tersebut. Mereka berharap pemerintah segera membuka informasi terkait status perizinan dan memastikan seluruh proses pendirian pabrik telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Menariknya, warga menyebut operasional pabrik telah berhenti beberapa hari setelah aksi protes dilakukan.
(Reporter: Meric)












