Proyek Pengendali Banjir Kota Jambi Capai 65 Persen, Maulana dan Edi Dorong Jadi Daya Tarik Wisata

LENSAONE.ID – KOTA JAMBI – Pembangunan Kolam Retensi Telaga Kajang Lako di Kelurahan Paal Lima, Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi, terus menunjukkan progres menggembirakan. Hingga awal Agustus 2026, pembangunan infrastruktur pengendali banjir tersebut telah mencapai sekitar 65 persen dan ditargetkan rampung pada 20 September 2026.

Progres pembangunan itu ditinjau langsung oleh Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., bersama Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A., didampingi Anggota Komisi V DPR RI Dr. Edi Purwanto, S.H.I., M.Si., pada Senin (3/8/2026).

Plt. Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera VI, Ferdinanto, mengatakan pembangunan kolam retensi yang berdiri di atas lahan sekitar 8,9 hektare tersebut berjalan sesuai target.

“Saat ini progres sudah hampir 65 persen dan kami optimistis selesai pada September,” ujarnya.

Menurut Ferdinanto, pekerjaan yang masih berlangsung meliputi penyelesaian konstruksi, pemasangan berbagai komponen bangunan, serta penggalian akhir. Berbagai kendala teknis maupun sosial, termasuk pembebasan lahan dan pemindahan jaringan utilitas, telah diselesaikan melalui koordinasi lintas instansi.

Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Jambi dan Komisi V DPR RI yang dinilai berperan besar dalam mempercepat penyelesaian proyek strategis tersebut.

Wali Kota Jambi Maulana mengatakan kolam retensi ini menjadi salah satu solusi utama untuk mengurangi persoalan banjir yang selama ini kerap terjadi di Kota Jambi. Infrastruktur tersebut diproyeksikan mampu mengurangi potensi banjir hingga sekitar 62 persen, khususnya di kawasan Sistem Sungai Asam.

Kolam retensi nantinya akan menampung aliran air dari kawasan Kenali Asam Atas, Kenali Asam Bawah, Kalimati hingga Widuri yang selama ini menjadi wilayah langganan banjir.

“Insya Allah setelah kolam retensi ini berfungsi penuh, penanganan banjir hingga sekitar 62 persen dapat diwujudkan sehingga masyarakat semakin terlindungi dari risiko kerugian akibat banjir,” kata Maulana.

Ia menjelaskan, pembangunan kolam retensi merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Pembebasan lahan dilakukan melalui skema pembiayaan bersama, yakni Pemkot Jambi sebesar Rp5 miliar, Pemerintah Provinsi Jambi Rp25 miliar, dan pemerintah pusat Rp45 miliar.

Menurut Maulana, keberhasilan menyelesaikan dua tahap pembebasan lahan menjadi kunci sehingga pembangunan dapat berjalan tanpa hambatan berarti.

“Di awal tahun 2025 pembangunan kolam retensi seluas hampir sembilan hektare ini masih terasa seperti mimpi. Namun berkat dukungan Pak Edi bersama Komisi V DPR RI, kini pembangunan berjalan dengan sangat baik,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Maulana menegaskan kolam retensi tidak hanya akan berfungsi sebagai infrastruktur pengendali banjir, tetapi juga akan dikembangkan menjadi ruang publik yang nyaman dan menarik.

Setelah pembangunan fisik selesai, Pemerintah Kota Jambi akan melakukan penataan kawasan melalui penyediaan lampu penerangan, lampu dekoratif di jembatan, penghijauan, hingga berbagai fasilitas pendukung lainnya.

“Begitu pembangunan fisik selesai, Pemerintah Kota akan langsung melakukan penataan kawasan agar kolam retensi ini menjadi ruang publik yang indah, aman dan nyaman untuk masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Anggota Komisi V DPR RI Edi Purwanto mengapresiasi progres pembangunan yang dinilainya berjalan sesuai rencana. Ia menyebut proyek tersebut sebagai bukti sinergi yang baik antara pemerintah pusat dan Pemerintah Kota Jambi dalam menangani persoalan banjir secara bertahap.

Edi berharap kawasan Kolam Retensi Telaga Kajang Lako nantinya berkembang menjadi ruang publik yang representatif dengan berbagai fasilitas seperti jogging track, ruang terbuka hijau, kawasan kuliner, hingga area berkumpul masyarakat.

Bahkan, ia mendorong adanya inovasi agar kawasan tersebut memiliki daya tarik wisata edukatif melalui pengembangan ekosistem perairan dan budidaya ikan.

“Harus ada inovasi. Kalau nanti ada ribuan ikan besar yang dipelihara, tentu kolam retensi ini bisa memiliki daya tarik wisata edukatif sekaligus menjadi ikon baru Kota Jambi,” ujar Edi.

Ia juga mengapresiasi komunikasi aktif Wali Kota Jambi dalam memperjuangkan berbagai program pembangunan ke pemerintah pusat. Menurutnya, pembangunan infrastruktur pengendali banjir harus terus dilanjutkan di sejumlah kawasan prioritas lainnya seperti Kembar Lestari dalam Sistem Kenali dan kawasan Mayang.

“Kalau dulu kita memiliki konsep Jambi Flood Control, sekarang kita fokus menyelesaikan beberapa titik prioritas terlebih dahulu. Mudah-mudahan dalam lima tahun ke depan Kota Jambi dapat terbebas dari banjir,” tegasnya.

Dengan progres pembangunan yang telah mencapai 65 persen dan target penyelesaian pada 20 September 2026, Kolam Retensi Telaga Kajang Lako diharapkan menjadi solusi penting dalam pengendalian banjir sekaligus menghadirkan ruang publik dan destinasi wisata edukatif baru bagi masyarakat Kota Jambi.

(REPORTER: MERIC)