BKKBN Provinsi Jambi melakukan MOU atau kerjasama dengan Perguruan tinggi jambi dalam penurunan stunting

Lensaone.id-Jambi-Dalam rangka percepatan penurunan stunting BKKBN Provinsi Jambi melakukan MOU atau kerjasama dengan Perguruan tinggi yang ada diprovinsi Jambi pada hari Rabu 9 Maret 2022 Dihotel aston jambi dan buka langsung oleh wakil Gubernur jambi Abdullah Sani.

 

Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani.Dalam kata sambutan mengatakan untuk upaya menurunkan angka prevalensi stunting, ada langka strategis kita lakukan berkerja sama peran aktif antara tenaga kesehatan, masyarakat dan pemerintah.

 

Seperti yang tela kita ketahuin bahwa stunting dengan sebutan pertumbuhan kerdil atau gizi burukl ini merupakan dampak kekurangan asup Gizi, dalam jangka waktu panjang sehingga mengakibatkan terganggu nya pertumbuhan pada

Hal ini menjadi salah satu penyebab tinggi badan anak terhambat ,sehingga lebih rendah atau pendek dibanding kan anak seusianya.

 

Dan tidak jarang masyarakat menanggap bahwa kondisi tubuh pendek tersebut merupakan faktor genetik padahal itu stunting.

 

Abdullah Sani menjelaskan Sehubungan dengan permasalahan stunting tersebut pemerintah pusat dalam prioritas pembangunan nasional RPJMN 2022-2024 pemerintah berupaya melakukan penurunan prevalensi stunting dengan memasukan nya dalam major project percepatan penurunan kematian ibu dan stunting

 

Pemerintah pusat berupa penurunan stunting 21. Atau 22% harus berusaha menagulan nya atau mencegah nya..harap tahun 2024 ,14% guna mencapai target tersebut dalam penurunan stunting, itu lah tugas pemerintah provinsi kabupaten kota

Salah satu nya adalah MOU atau kerja sama anatara pemerintah yaitu BKKBN dan perguruang tinggi ,semoga melauin program inovasi ini turut mendukung percepatan penurunan stunting diprovinsi jambi

 

Kemudian Kepala Perwakilan BKKBN Jambi, Munawar Ibrahim, menyampaikan dalam upaya penurunan prevalensi stunting, BKKBN telah menyusun Rencana Aksi Percepatan Penurunan Stunting. Salah satu inovasi strategis yang dilakukan adalah pendampingan kepada keluarga beresiko stunting melalui mekanisme pengabdian masyarakat oleh mahasiswa di kabupaten dan kota Di Provinsi Jambi yaitu dengan program kegiatan Mahasiwa Peduli Stunting

 

untuk perguruan tinggi yang melaksanakan kerjasama program Mahasiswa Peduli Stunting seperti Univiversitas Jambi, UIN STS Jambi, Stikes Harapan Ibu, IAI Nusantara Batanghari, Stikes Garuda Putih Jambi, Potkes Kemenkes Jambi dan Univirsitas Batanghari Jambi.

 

Kegiatan itu merupakan pendampingan kepada keluarga beresiko stunting dengan sasaran calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui dan anak 0-59 bulan. Mahasiswa Penting ini diharapkan dapat mengedukasi dan meningkatkan keterampilan keluarga dalam meningkatkan derajat Kesehatan melalui pemberdayaan ekonomi, pemenuhan gizi, pola asuh, dan lingkungan keluarga yang sehat.

 

“Keterlibatan perguruan tinggi negeri dan swasta, stakeholder, pemangku pengambil kebijakan baik pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota sangat diharapkan dalam rangka penurunan stunting sampai tahun 2024 yang akan datang, dan ini tertuang dalam Peraturan Kepala BKKBN Nomor 12 Tahun 2021 tentang Rencana Aksi Nasional (RAN) Percepatan Penurunan Angka stunting Indonesia Tahun 2021 – 2024,” kata Munawar menjelaskan.

 

Sebab itu, dalam upaya mendapatkan dukungan dari perguruan tinggi maka perlu diadakan kegiatan rekonsiliasi percepatan penurunan stunting bersama perguruan tinggi. “Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung tercapainya program penurunan stunting di provinsi,

(Reporter Erick)

Komentar