KETEGASAN PRESIDEN PRABOWO DI UJI KEMBALI PADA PROGRAM UNGGULAN RAKYAT DESA KDMP

Lensaone.id – Program Koperasi Desa Merah Putih adalah ujian terbesar bagi pemerintahan Presiden Prabowo. Hal Ini bukan sekadar proyek biasa. Ini janji politik Beliau saat Nyapres. Dan menjadi taruhan nama baik bagi seorang pemimpin.

 

KDMP digadang-gadang jadi jawaban atas kemiskinan rakyat desa, untuk harga sembako dan pupuk yang mahal, dan menjadikan jeratan bagi para tengkulak. Anggarannya sangat pantastis dengan triliunan rupiah. Sasarannya untuk 80.000 desa. Skala ini belum pernah ada sebelumnya.

 

Di sinilah ketegasan seorang pemimpin sedang diuji. Bukan saat berpidato. Bukan saat melaksanakan rapat. Tetapi saat uang rakyat mulai cair dan masuk ke kantong-kantong di desa.

 

Kita semua tahu penyakit lama di Indonesia: Program bagus, anggaran besar, eksekusi berantakan. Ujungnya: Korupsi, mark up, dan gedung mangkrak hal tersebut sudah sering terjadi.

 

Isu yang sekarang beredar dan harus dijawab: Anggaran 1 gedung KDMP sebesar Rp.1,6 Miliar. Tapi yang sampai ke kontraktor beredar kabar hanya Rp.800 – 900 Juta. Jika hal ini benar, maka ada kebocoran 50% di hari pertama mulai KDMP.

 

Kalau Presiden diam, maka sejarah akan mencatat KDMP sebagai “Program Triliunan yang Mati Karena Dikorupsi Sejak Lahir”.

 

Tetapi kalau Presiden bertindak tegas sekarang, maka sejarah akan mencatat: Inilah presiden yang berani memotong tangan-tangan kotor di desanya sendiri.

 

Ujiannya ada 3 hal. Ujian Pertama: Keberanian Audit.

Beranikah BPKP, Kejaksaan, dan Kemenkop turun mendadak? Cek 1000 KDMP pertama. Bongkar RAB, cek fisik, cek transfer.

 

Ujian Kedua: Keberanian Hukum.

Kalau ketemu pemotongan, beranikah langsung proses? Beranikah terapkan UU Perampasan Aset? Beranikah pecat pejabat, tangkap kepala dinas, ciduk pengurus nakal?

 

Ujian Ketiga: Keberanian Transparansi.

Beranikah semua data KDMP dibuka ke publik? RAB ditempel. Kontrak diunggah. Laporan keuangan bisa diakses warga lewat HP.

 

Tanpa 3 keberanian ini, maka KDMP akan nasibnya sama seperti BUMDes, KUD, dan koperasi-koperasi gagal lainnya. Lahir megah, mati karena dikorup pengurusnya sendiri.

 

Presiden Prabowo sudah bilang berkali-kali: “Saya tidak takut. Saya akan berantas korupsi.” Nah, panggungnya ada di sini. Di 80.000 balai desa dalam Pembangunan KDMP.

 

Jangan tunggu 2 tahun baru audit. Jangan tunggu viral baru gerak. Karena kalau sudah viral, uangnya sudah habis, gedungnya sudah ambruk.

 

Ingat, musuhnya bukan rakyat. Musuhnya adalah mafia anggaran, mafia proyek, dan mental “jatah-jatahan” yang sudah mengakar 30 tahun.

 

Rakyat desa tidak butuh gedung mewah. Mereka butuh harga pupuk murah. Butuh sembako murah. Butuh tempat jual hasil panen. Itu hanya bisa jalan kalau uangnya tidak bocor.

 

Maka ini adalah momen kebenaran. Apakah “Asta Cita” hanya slogan, atau benar-benar akan dijalankan dengan darah dan keringat.

 

Kesimpulanya adalah: Ketegasan Presiden Prabowo sedang diuji kembali oleh KDMP. Rakyat menunggu. Sejarah mencatat. Buktikan bahwa triliunan uang rakyat akan jadi koperasi yang hidup. Bukan jadi bancakan yang mati. Siapapun yang terlibat, Pangkat apapun, pejabat apapun harus di tindak tegas.

 

#UjiKetegasan #AuditKDMP #PrabowoBertindak

Oleh, Dr. Suriyanto.Pd.,SH.,MH.,Mkn

Praktisi Hukum/Akademisi/Ketum PWRI