Lensaone.id – Bungo – Dugaan penindakan terhadap aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) sistem lobang tikus di Kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat. Beredar kabar sekitar enam orang yang diduga merupakan pekerja PETI telah diamankan oleh aparat kepolisian.
Informasi tersebut mencuat setelah beredar video siaran langsung di media sosial yang memperlihatkan puluhan warga mendatangi Mapolsek Limbur Lubuk Mengkuang pada Rabu (22/7/2026) sekitar pukul 20.05 WIB. Peristiwa itu memicu berbagai spekulasi terkait adanya penindakan terhadap aktivitas PETI di wilayah tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sejumlah sumber di lapangan, kabar mengenai dugaan penangkapan enam pekerja PETI semakin menguat. Sejumlah warga mengaku mendengar informasi serupa yang telah menyebar luas di Kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang.
“Kabarnyo memang ado pekerja lobang tikus yang ditangkap polisi, bang. Kabar itu lah meluas di Limbur,” ujar seorang narasumber yang meminta identitasnya dirahasiakan, Kamis (23/7/2026).
Menurut narasumber tersebut, para pekerja yang diduga diamankan bukan merupakan warga Kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang, melainkan disebut-sebut berasal dari luar Pulau Sumatera.
Saat ditanya mengenai kabar yang beredar bahwa para pekerja tersebut merupakan anak buah seseorang bernama Januri yang disebut-sebut sebagai salah satu pengelola aktivitas PETI lobang tikus di wilayah itu, narasumber tersebut mengaku mendengar informasi serupa.
“Kabarnya yang ditangkap itu diduga anak buah Januri, sekitar enam orang. Januri juga dikabarkan menghilang setelah kejadian tersebut,” ungkapnya.
Sementara itu, terkait kondisi aktivitas PETI di Kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang pasca munculnya kabar tersebut, narasumber menyebut seluruh kegiatan penambangan diduga telah berhenti sementara.
“Pasca kejadian kemarin, lobang tikus di Limbur tutup semua,” katanya.
Hingga berita ini diterbitkan, informasi mengenai dugaan penangkapan enam pekerja PETI tersebut masih berdasarkan keterangan dari sejumlah sumber di lapangan dan belum dapat dipastikan secara resmi.
Awak media juga masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak kepolisian maupun aparat penegak hukum terkait kebenaran informasi tersebut. Apabila telah ada keterangan resmi, berita ini akan diperbarui sesuai perkembangan informasi.(Tim)














