Hotspot Terdeteksi di Limbur Lubuk Mengkuang, 3 Hektare Lahan Terbakar

LENSAONE.ID – BUNGO – Titik panas (hotspot) kembali terdeteksi di wilayah Kabupaten Bungo. Kali ini, pantauan satelit menunjukkan adanya titik panas di kawasan KM 35, Dusun Pauh Agung, Kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang, Sabtu (5/9/2026).

Merespons informasi tersebut, personel Polsek Limbur Lubuk Mengkuang bersama tiga anggota Babinsa Koramil Tanah Tumbuh langsung bergerak melakukan ground check ke lokasi berdasarkan koordinat 101.780100° BT dan 1.590400° LS. Titik tersebut terpantau dengan tingkat kepercayaan sedang.

Sekitar pukul 13.00 WIB, petugas tiba di lokasi dan menemukan lahan yang sebelumnya terbakar dengan luas diperkirakan mencapai ±3 hektare. Lahan tersebut diketahui berada di kawasan tanah mineral.

Dari hasil pemeriksaan awal di lapangan, petugas menduga kebakaran terjadi akibat pembakaran untuk kepentingan pembukaan lahan. Namun, hingga saat ini pemilik lahan belum diketahui dan masih dalam proses penyelidikan.

Beruntung, saat petugas tiba di lokasi, api sudah dalam kondisi padam. Meski demikian, petugas tetap melakukan pemeriksaan dan dokumentasi di sekitar lokasi guna memastikan tidak ada bara atau titik api yang kembali muncul.

Dalam kegiatan tersebut, personel gabungan melakukan pencarian titik koordinat hotspot, pemeriksaan terhadap saksi di sekitar lokasi, serta berkoordinasi dengan Unit Tipidter Satreskrim Polres Bungo dan Tim Manggala Agni.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan penyebab kebakaran sekaligus menelusuri pihak yang diduga bertanggung jawab atas terbakarnya lahan tersebut.

Polsek Limbur Lubuk Mengkuang juga merencanakan penyisiran lanjutan di sekitar titik koordinat hotspot. Selain itu, petugas akan terus meningkatkan imbauan kepada masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar.

Upaya tersebut dilakukan sebagai langkah pencegahan agar kebakaran tidak kembali terjadi dan meluas, terutama di tengah meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Bungo.

(Reporter: Hendri)