Diduga Terlilit Hutang, Seorang Sopir di Bungo Ditemukan Tewas Tergantung

LENSAONE.ID – BUNGO – Warga Dusun Senamat, Kecamatan Pelepat, Kabupaten Bungo, provinsi Jambi,digegerkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki dalam kondisi tergantung, Minggu (03/05/2026) sekitar pukul 05.30 WIB.

 

Korban diketahui berinisial HS (29), seorang sopir, warga Dusun Sungai Tembang, Kecamatan Tanah Sepenggal Lintas, Kabupaten Bungo. Ia ditemukan meninggal dunia di area pabrik brondolan milik PT BAS dengan kondisi tergantung menggunakan tali tambang yang diikat pada bak mobil dump truck.

 

Berdasarkan keterangan saksi, pada Sabtu malam (02/05/2026) sekitar pukul 21.00 WIB, korban sempat berbincang santai terkait pekerjaan, kemudian makan malam bersama sebelum masing-masing kembali ke kendaraan mereka untuk beristirahat.

 

Namun pada Minggu dini hari sekitar pukul 04.30 WIB, saksi terbangun setelah mendengar suara pukulan atau ketukan di mobilnya. Saat keluar untuk mengecek sumber suara, saksi mendapati korban sudah dalam kondisi tergantung di bak dump truck.

 

Saksi kemudian berlari menuju pos keamanan untuk melaporkan kejadian tersebut kepada petugas security dan pihak manajemen PT BAS. Bersama warga setempat, mereka selanjutnya memastikan kondisi korban dan segera menghubungi pihak kepolisian.

 

Sekitar pukul 05.30 WIB, Kapolsek Pelepat AKP Charlos Sihombing memerintahkan personel piket bersama Unit Reskrim, serta tim Inafis Polres Bungo untuk mendatangi lokasi kejadian dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Setelah proses identifikasi, pihak keluarga dari Kecamatan Tanah Sepenggal Lintas menjemput jenazah korban menggunakan ambulans untuk dibawa pulang ke rumah duka di Dusun Sungai Tembang.

 

Informasi yang dihimpun menyebutkan, korban diduga mengakhiri hidupnya akibat terlilit hutang sebesar Rp16 juta.

 

Plt Kasi Humas Polres Bungo, Iptu Bambang JM, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyampaikan bahwa pihak kepolisian telah menyarankan agar jenazah dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan visum et repertum, namun pihak keluarga menolak dan membuat surat pernyataan penolakan.

 

Sementara itu, warga Sungai Tembang memastikan bahwa jenazah korban telah dimakamkan di pemakaman setempat.

 

(Reporter Hendri)