LENSAONE.ID – JAMBI – Pemandangan tak biasa terlihat dalam pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-4 Tingkat Kecamatan Pasar Jambi Tahun 2026. Lantunan ayat suci Al-Qur’an kali ini tidak terdengar dari halaman masjid ataupun arena khusus, melainkan menggema di tengah aktivitas masyarakat di pusat perbelanjaan.
Mall WTC Batanghari, Jalan Sultan Thaha No. 17, Kelurahan Pasar Jambi, menjadi lokasi pembukaan MTQ yang berlangsung pada Rabu (12/8/2026) malam. Acara dimulai sekitar pukul 19.30 WIB dan berlangsung di tengah aktivitas pengunjung mal.
Kehadiran para kafilah, tamu undangan, serta rangkaian kegiatan MTQ membuat suasana pusat perbelanjaan malam itu terasa berbeda. Sejumlah pengunjung yang sedang berbelanja maupun beraktivitas turut menyaksikan kegiatan tersebut.
Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A., yang hadir mewakili Wali Kota Jambi, menilai pemilihan lokasi tersebut merupakan sebuah inovasi yang patut diapresiasi.
Menurutnya, pelaksanaan MTQ di ruang publik justru dapat memperluas jangkauan syiar Al-Qur’an. Masyarakat yang sebelumnya mungkin tidak secara khusus datang untuk menyaksikan MTQ, dapat ikut menikmati dan mengenal kegiatan keagamaan tersebut.
“Ini sedikit berbeda dengan MTQ tingkat kecamatan lainnya karena dilaksanakan di mal. Masyarakat yang datang juga bisa ikut melihat dan merasakan suasana kegiatan MTQ,” ujar Diza.
Namun, Diza mengingatkan bahwa MTQ tidak semata-mata berbicara tentang kompetisi maupun siapa yang keluar sebagai juara. Lebih dari itu, kegiatan tersebut harus mampu menjadi media untuk memperkuat kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an.
Ia berharap para peserta tidak hanya menunjukkan kemampuan terbaik dalam setiap cabang yang diperlombakan, tetapi juga menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan.
“Kita harus terus mempelajari Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Harapannya, para kafilah tidak hanya mendapatkan kemenangan dalam kompetisi, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Pesan juga disampaikan kepada para dewan hakim yang bertugas melakukan penilaian. Diza meminta seluruh proses penjurian dilaksanakan secara profesional, objektif dan penuh amanah agar seluruh peserta mendapatkan perlakuan yang adil sesuai ketentuan.
Selain kompetisi berbagai cabang MTQ, kegiatan tersebut turut dimeriahkan dengan keberadaan sejumlah stan bazar. Kehadiran pelaku usaha dinilai memberikan nilai tambah karena kegiatan keagamaan sekaligus dapat membuka ruang bagi masyarakat untuk memperoleh manfaat ekonomi.
“Kita sangat mengapresiasi kegiatan ini, termasuk bazar-bazarnya. Mudah-mudahan kegiatan ini juga memberikan dampak terhadap ekonomi masyarakat,” ungkap Diza.
Pembukaan MTQ turut dihadiri Camat Pasar Jambi Nur Hidayah, S.E., M.M., Sekretaris Camat Pasar Jambi M. Ridho Kal Jannah, S.I.P., M.Kom., Ketua LAM Kota Jambi Datuk Aswan Hidayat Usman, para lurah se-Kecamatan Pasar Jambi serta jajaran Polsek Pasar Jambi.
Sejumlah lurah yang hadir di antaranya Lurah Sungai Asam Muhammad Nurkholis Mursid, M.E., Lurah Pasar Vinny Viniola, S.STP., Lurah Beringin Nessia Prissilia, S.STP., serta Lurah Orang Kayo Hitam Rahadian Ruliansyah, S.Sos.
Pemilihan Mall WTC Batanghari sebagai lokasi MTQ menjadi gambaran bahwa syiar keagamaan dapat hadir di berbagai ruang kehidupan masyarakat. Di tengah hiruk-pikuk aktivitas perkotaan, lantunan Al-Qur’an justru menjadi bagian dari suasana pusat perbelanjaan.
MTQ ke-4 Kecamatan Pasar Jambi diharapkan tidak berhenti sebagai ajang mencari qari dan qariah terbaik. Lebih jauh, kegiatan ini diharapkan menjadi momentum mempererat silaturahmi, memperkuat kecintaan terhadap Al-Qur’an, sekaligus mendorong generasi muda untuk membaca, memahami dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
(Reporter Meric)









