Menjawab Issue Miring yang Ada Di Masyarakat Tentang Ponpes Arrahman Muara Bulian

BatangHari1273 Dilihat

Lensaone.id Batanghari – Issue miring yang ada di Masyarakat tentang kepengurusan Pondok Pesantren Arrahman yang dinilai banyak membutuhkan uang dalam biaya pembangunan (23/11/2020).

Salah satunya untuk murid yang hendak pindah atau tidak selesai sekolah disana selama enam tahun yang ingin pindah ke sekolah lain, harus membayar uang pembangunan.

Sebelum masuk dan menjalankan proses pembelajaran di Ponpes Arrahman terlebih dahulu wali murid membaca dan menandatangani peraturan dan tata tertib yang berlaku. Di sana tertera segala aturan yang ada di yayasan, dari mulai biaya makan ataupun biaya yang lainnya. Tanda tangan tersebut disaksikan oleh pengacara yayasan, dan apabila wali murid telah menyetujui maka anaknya diterima untuk sekolah di Arrahman.

Ketua Yayasan Daarul Hufadz Pondok Pesantren Arrahman H. Abdul Rahman, S.HI menyampaikan kepada awak media lensaone di ruang tata usaha “Aturan yang sudah dibuat diawal masuk, jadi siswa atau santri bersama orang tua dihadapan pengacara itu mereka tanda tangan di atas materai, setelah setuju setelah mereka tanda tangan kemudian mereka kita terima”. Ujarnya.

Siswa/i Ponpes Arrahman tidak membayar biaya pembangunan setiap tahun, yaitu pada saat kenaikan kelas siswa/i tidak melakukan daftar ulang atau pembayaran. Jadi ada reward untuk siswa/i yang menyelesaikan sekolah selama enam tahun, maka tidak dibebankan biaya pembangunan. Untuk siswa dari SMP naik Ke Aliyahnya tidak dipungut biaya. Namun apabila dipertengahan jalan pindah sekolah maka siswa/i tersebut membayar biaya pembangunan sesuai besarnya biaya pembangunan pada tahun mereka pindah. Apabila tidak terpenuhi atau keluar secara paksa maka pihak yayasan tidak mengeluarkan surat pindah.

Apabila ada biaya yang harus dibayar oleh orang tua siswa/i maka orang tua tersebut ada baiknya untuk melakukan konfirmasi ke pihak yayasan, karena bisa saja biaya tersebut hanya dibuat-buat oleh siswa/i. Karena pada dasarnya biaya yang wajib dibayar itu adalah biaya yang tertera dalam peraturan dan tata tertib yang ada. Kecuali ada iuran dari organisasi osis, untuk keperluan osis maka pihak yayasan hanya cukup mengetahui.

Ditambahkannya “enam tahun siswa/i yang mondok disini tidak dipungut biaya pembangunan, daftar ulang pun tidak. Itu sebagai reward kita kepada anak yang gigih yang bersungguh-sungguh mulai dari awal sampai dia selesai. Karena program kita menginginkan santri yang mondok disini sampai dia tamat, sampai dia selesai selama enam tahun.” Tutupnya.

Reporter : Randy

Komentar