Lensaone.id – Batanghari – Rektor Ir.Dr.Enita,M.Agr,Sc Menentang kata atas pemimpin seorang Wakil Bupati H.Bakhtiar menurut Wakil Bupati Mahasiswa tersebut tidak melanggar aturan berbasis fatal sebab seorang Mahasiswa sudah menghadap langsung Wakil Bupati, untuk menengahi permasalahan ini akan tetapi tidak ada titik terang dari persoalan ini,
seorang Rektor Universitas Graha Karya menentang aturan di pemerintahan yakni dari Wakil Bupati H.Bakhtiar tersebut Rabu, (16/11/2022).
Wakil Bupati H.Bakhtiar memerintahkan Rektor Universitas Gara Karya untuk mengajukan nama yang bersangkutan, sebab apa itu hak mahasiswa patuh di salurkan dengan segera mungkin, jangan sampai main hakim sendiri sebab bukan Rektor saja yang patuh memutus perkara mahasiswa, hak Wakil Bupati pun mempunyai hak sepenuhnya juga untuk menilai mahasiswa itu melanggar apa tidak, akan tetapi Rektor Universitas Graha Karya tersebut membangak terhadap pemimpin seorang Wakil Bupati,
Masih kata Rektor Universita Graha Karya, Enita termasuk tidak bisa memberi contoh terhadap mahasiswa yang baik prilakunya soalnya apa Enita tidak mencerminkan perilaku yang baik terhadap seorang Wakil Bupati maupun terhadap Mabasiswa, disini mhasiswa terlalu banyak di zolimin oleh seorang Enita dari Wakil Bupati maupun Hak Mahasiswa yang tidak mau di baginya berarti Enita mencermin prilaku kecamnya terhadap semua orang.
Kita pemimpin seorang Rektor harus mempunyai sifat mengayomi bukan sekedar memikirkan perut kita berperilaku tidak baik terhadap yang lemah dan rendah, sebab hidup kita tidak lama, berbuat baik la pesan kepada Rektor Graha Karya Ir.Dr.Enita,M.Agr,Sc.
Jabatan yang sangat luar biasa namanya akan tetapi tidak sesuai dengan perilaku terhadap orang lain, jangan kacang lupa kulit, ingat kita di lahir tanpa satu benangpun dan tidak di beri akal jadi ketika kita pintar/punya semua kita milik harus bersyukur jangan memanfaatkan jabatan apa kita dapatkan.
Perlu di ketahui bahwa mahasiswa ini sudah terdaftar beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP) sejak Tahun 2020 akhir dan telah menerima beasiswa KIP selama dua kali semester,
Dan sampai saat ini beasiswa KIP yang tidak di ajukan selama tiga kali semester,
Harapan kepada Gubenur, Bupati Batanghari M.Fadhil Arief.S.E harus memecat dengan tidak hormat sebab Rektor Universitas Graha Karya Enita sudah mencoreng nama Batanghari tercinta.
(Reporter Sabri)















Komentar