Masyarakat Keluhkan Hasil Dari Pembangunan IBM – KOTAKU

Provinsi jambi260 Dilihat

TANJABBAR – LENSAONE.ID – Kegiatan pembangunan Infrastruktur Berbasis Masyarakat – Kota Tanpa Kumuh (IBM – KOTAKU) yang berlokasi di RT. 21 kelurahan Tungkal II kecamatan Tungkal Ilir Kabupaten Tanjung Jabung Barat provinsi Jambi, kini menuai sorotan dari beberapa warga setempat. Pasalnya, selain hasil dari pekerjaan tersebut tidak sesuai degan apa yang diharapkan, diduga masyarakat setempat tidak di ikut sertakan dalam hal pelaksanaan nya.

 

Berpedoman kepada petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis dari kementrian PUPR, pekerjaan tersebut seharusnya dikerjakan secara swakelola , yang mana dalam hal ini masyarakat setempat diharapkan ikut berperan serta aktif dalam pelaksanan kegiatan tersebut.

 

Ditemui di lokasi kegiatan ( Kamis, 29 Desember 2022 ), beberapa masyarakat menyampaikan keluhan terkait dugaan rendahnya kwalitas dan hasil dari pekerjaan tersebut. Dan pada kesempatan tersebut salah seorang masyarakat menyampaikan terkait adanya dugaan kecurangan kecurangan yang dengan sengaja dilakukan atas dasar perintah ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM). Mulai dari tawar menawar harian upah kerja (HUK) hingga pelaksanaan kegiatan fisik dengan cara memerintahkan para pekerja untuk menimbun badan jalan pada posisi as jalan dengan material basecos.

 

“Aku ni lah yang ikut dalam pelatihan di kantor lurah, Awalnya Dio tu (ketua LPM – red.) menawar kan kepada kami, untuk pekerjaan di RT. 21 ini, upah kerjanya sebesar Rp. 19.000.0000;. Dengan volume pekerjaan panjang 650m dan lebar 2,4m, manolah Ado yang sanggup. Kerjo gilo namanya tu. Abis tu runding lagi nak ngasih kami Rp. 40.000.000;, lantas ditawar nyo lagi menjadi Rp. 30.000.000; sebab kalo 40jt katanya Dio tekor. Mano lah kami mau. Ujung ujungnya Dio kasih kerjoan ni ke orang lain.”, ujar salah seorang warga setempat yang namanya tidak ingin disebutkan.

 

Lanjut warga setempat mengatakan”cubo Abang perhatikan hasil pekerjaan nya, mana sampai FC20 ni. Sementara, dalam pelatihan yang kami ikuti di kantor lurah, dalam satu kali adukan molen seharusnya 3 angkong, untuk mendapatkan kualitas cor coran FC20, namun pada kenyataannya, Abang lihat sendiri lah, belom apa apa sudah terjadi pematahan/keretakan di mana mana, itupun di beberapa titik untuk ketebalan bagian tengah paling kuat 6cm, sebab bagian tengah nya di perintahkan untuk di timbun.”, Pungkas warga setempat.

 

(Reporter Adi)

Komentar