Lensaone.id-Bungo-Bangga kita melihat seorang petani perkejaan yang sudah langka untuk bagi petani pengolahan sagu yang di hasil dari batang Rumbia di Dusun Teluk Pandak Kecamatan Tanah Sepenggal Di kabupaten Bungo yang menjadi petani sagu pengelolaan secara manual itu sudah langka di era globalisasi modern ini.Jumat 20 Desember 2024.
Batang rumbia yang juga dikenal sebagai batang sagu, merupakan tanaman yang banyak membutuhkan air. Batang rumbia disebut sebagai sumber pati.
Batang sagu adalah bagian terpenting dari pohon sagu yang berfungsi sebagai tempat menyimpan cadangan makanan dan diolah menjadi bahan pangan:
Kebanyakan di era modern itu boleh di katakan ana zaman sekarang itu banyak yang belum tau dengan sagu dan bantang sagu,
Padahal sangat banyak kegunaan mengasumsi tepung sagu, ini ada berapa item kegunaan khasiat dari sagu sebagai berikut:
1. Memberikan banyak energi
2. Mencegah penyakit jantung
3. Memperlancar sistem pencernaan
4. Meningkatkan kesehatan tulang dan sendi
5. Meningkatkan performa tubuh saat berolahraga
6. Menangkal radikal bebas
7. Membantu menaikkan berat badan
8. Berpotensi mencegah anemia
(Kandungan Nutrisi pada Sagu)
Sagu merupakan salah satu makanan pokok masyarakat di Indonesia, dan memiliki nutrisi yang baik bagi tubuh. Hal ini ini karena kandungan nutrisi dalam sagu relatif lengkap. Di dalam sagu, terdapat karbohidrat dalam jumlah yang cukup banyak. Selain itu, bahan ini juga memiliki protein, vitamin, dan mineral, meski jumlahnya tidak banyak.
Dalam 100 gram sagu kering, terdapat 94 gram karbohidrat, 0,2 gram protein, 0,5 gram serat, 10 mg kalsium, dan 1,2 mg zat besi. Kalori yang dihasilkan 100 gram sagu adalah sebanyak 355 kalori. Meski mengandung lemak, karoten, dan asam askorbat, namun jumlahnya sangat sedikit sehingga sering kali diabaikan.
Terlihat jelas di wilayah kecamatan Tanah sepenggal kabupaten Bungo tepat nya di Dusun teluk Pandak kampung titian Bulian 1 yang bernama asmoni dan kelurga nya jadi petani pengelolaan sagu, seperti memotong sagu , membawa batang sagu, sesudah sampai membawa batang Rumbia yang menghasilkan sari Pati sagu, Terus batang sagu di belah terus di ambik isi dalamnya, kemudian di kukur make mesin kukur, selanjutnya ketika sudah lumat itu di peras, Terus baru di ambik sarinya ampas di buang,dan tinggallah sari Pati warna keputih-putihan, setelah itu ada lahi proses seperti pengeringan,jika sudah kering terlihat seperti tepung, itu bisa jadi bubur, bisa kerupuk,bisa jadi olah kue makanan,dan banyak kegunaan sari Pati, terutama untuk kesehatan”
Asmoni dan istrinya yang mengelola agar menjadi tepung sagu, begitu lah lama nya jenjang proses untuk mendapatkan kwalitas sagu orisinal,
Akan yang kami alami sekarang ini harga tepung sagu sangat murah jadi tidak sesuai dengan yang kami kerjakan,di karena ini propesi kami selaku menjadi pertani sagu sudah turun termurun,
Sempat juga sangat pertanyaan awak Media Online lensaone.id kepada Samoni” ini lah derita kami harga tepung sagu yang kami jual sangat murah , apalagi jika kami jual ke Bungo lebih murah lagi, dan terpaksa kami jual ke tengkulak dari kota Bungo, namun itu belum juga berharga harganya,tapi mending sedikit dari jual di kota Bungo” tutur samoni
Ya …! Kebetulan sari Pati sagu ini tengkulak dari luar kota Bungo yang membeli tepung sagu yang kami olah,
Samoni juga berharap kepada pemerintah kabupaten Bungo, propinsi Jambi dan pusat agar kami di bantu relasi soal hanga nya,dan kemudian kami juga mohon dinas Perindagkop Bungo agar memberikan UMKM kepada kami,jadi jika Ado bimbingan teknis dari Dinas terkaid sehingga kami bisa mengolah jadi makanan,atau kue sehingga ada harga lah untuk menaikan tatap ekonomi keluarga kami selaku petani pengolahan sari Pati sagu” Sampai Samoni dengan penuh harapan”
(Reporter : Hendri)








