Lensaone.id – Bungo – Terkait dugaan pencopotan Datuk Rio Dusun Pedukun oleh Bupati Bungo yang disebut-sebut atas desakan dugaan sekelompok orang yang berdemo, pemuda dan masyarakat Dusun Pedukun meminta kepada Camat Tanah Tumbuh, Darmuji, S.Sos, agar tidak mengangkat Pejabat Sementara (Pjs) Rio di wilayah mereka.
Pada Selasa, 8 Juni 2025, masyarakat telah melayangkan surat kepada Camat Tanah Tumbuh yang berisi permintaan agar tidak ditunjuk Pjs Rio yang berasal dari luar atau dari kalangan tertentu. Namun, karena permintaan tersebut tidak ditanggapi, masyarakat akhirnya menyegel Kantor Rio Dusun Pedukun sebagai bentuk protes.
Aksi ini dilakukan sebagai bentuk penegasan bahwa kelompok yang berdemo hingga menyebabkan pemberhentian Datuk Rio bukanlah representasi dari seluruh masyarakat, melainkan diduga merupakan lawan politik Datuk Rio yang mengatasnamakan masyarakat.
Titik permasalahan kuat dugaan bermula dari pembakaran dompeng rakit oleh pemuda, masyarakat, dan Datuk Rio yang beroperasi di aliran Sungai Batang Tebo wilayah Dusun Pedukun. Dompeng tersebut diduga milik Kusnadi, seorang warga yang berdomisili di Kota Bungo.
Sejak pembakaran dompeng tersebut, aksi-aksi demonstrasi mulai terjadi dan diduga dilakukan oleh kelompok tertentu dengan tujuan menjatuhkan Datuk Rio. Situasi Dusun Pedukun pun menjadi tidak kondusif dan tidak tenteram.
Sebagian besar masyarakat Dusun Pedukun menolak adanya penunjukan Pjs Rio dan meminta agar jabatan Rio dikosongkan hingga pelaksanaan Pemilihan Rio (Pilrio) serentak tahun 2028 mendatang. Hal ini dinilai sebagai langkah untuk menjaga stabilitas dan ketenteraman di dusun.
Kemarahan masyarakat yang berujung pada penyegelan kantor Rio disebabkan karena aspirasi mereka tidak diindahkan. Pemuda Dusun Pedukun juga menyatakan keberatan atas pemberhentian Datuk Rio yang diduga dilakukan secara paksa oleh kelompok tertentu, yang disebut-sebut memiliki unsur sakit hati dan dendam pribadi.
Sebelum pemberhentian Datuk Rio, sempat beredar video saat acara syukuran di Dusun Pedukun yang menyambut Bupati Bungo yang baru. Dalam video tersebut, salah satu pihak menyatakan bahwa jika bupatinya baru, maka Rio-nya pun harus baru. Tidak lama setelah pernyataan itu, Datuk Rio resmi diberhentikan.(Red)












