Lensaone.id – Jambi – Sebuah pernyataan tegas dilontarkan Anggota DPR RI Komisi XII, Muhammad Rohid, dalam sebuah tayangan akun TikTok @mmn62321dan akun tiktok @dpr-ri. Dalam video tersebut, Rohid menyoroti dugaan pencemaran lingkungan yang disebut berkaitan dengan aktivitas industri migas di wilayah Tanjung Jabung Timur.
Rohid menyebut kondisi yang terjadi di lapangan sangat memprihatinkan. Ia menilai warna limbah yang ditunjukkan masyarakat bukan diduga lagi coklat, tapi sudah hitam”, dan hal itu menunjukkan situasi yang tidak bisa dianggap sepele.
“Luar biasa ini. Bukan lagi sekadar mencemari, tapi sudah zolim. Itu hitam, bukan coklat lagi,” tegas Rohid dalam video tersebut.
Ia juga membantah anggapan bahwa masyarakat tidak melapor. Menurutnya, suara masyarakat tetap sampai dan harus didengar oleh wakil rakyat.
Masyarakat mungkin melapor, dan laporan itu kami dengar. Kami di sini dipilih rakyat, bukan hanya untuk dapil tertentu. Kami nasional, pak—dipilih oleh seluruh rakyat,” ujarnya.
Dalam pernyataannya, Rohid tetap mengapresiasi investor yang mau menanamkan modal di Indonesia. Namun ia menegaskan bahwa investasi tidak boleh menyusahkan masyarakat.
Kami menghargai siapa pun yang berinvestasi. Tapi kalau hanya menyusahkan orang, lebih baik tidak usah ada perusahaannya. Silakan angkat kaki dari Jambi,” tegasnya.
Pernyataan tersebut kini ramai diperbincangkan publik dan memicu diskusi luas mengenai akuntabilitas perusahaan migas, termasuk PetroChina, serta pengawasan lingkungan oleh pemerintah dan SKK Migas.
(Reporter : Meric)












