LENSAONE.ID – BUNGO — Debit air Sungai Batang Tebo terus menunjukkan peningkatan seiring tingginya intensitas hujan di wilayah Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi. Masyarakat yang tinggal di sepanjang bantaran sungai—termasuk aliran Sungai Batang Tebo, Batang Bungo, Batang Pelepat, Batang Uleh, Sungai Jujuhan, serta aliran sungai lainnya—diminta meningkatkan kewaspadaan.
Warga yang bermukim dekat sungai diimbau mengamankan anak-anak, barang berharga, serta ternak, mengingat potensi luapan air dapat terjadi sewaktu-waktu apabila hujan lebat kembali turun pada periode Desember 2025. Situasi ini juga bertepatan dengan momen menjelang Natal dan Tahun Baru yang secara historis identik dengan curah hujan tinggi di wilayah Bungo.
Peringatan tersebut sejalan dengan hasil pemantauan BMKG Bungo yang memprediksi potensi hujan petir, hujan ringan, dan kelembapan udara tinggi di hampir seluruh kecamatan selama periode 7–14 Desember 2025. Suhu harian diperkirakan berada di kisaran 20–30°C dengan kelembapan mencapai 98–99%, menandakan atmosfer cukup labil dan mendukung pembentukan awan hujan intens.
Ringkasan Prakiraan Cuaca BMKG Kabupaten Bungo (7–14 Desember 2025)
Tanah Tumbuh: Hujan petir – hujan ringan
Rantau Pandan: Hujan petir – berawan
Muaro Bungo: Hujan petir – hujan ringan
Jujuhan: Hujan ringan – petir
Tanah Sepenggal: Hujan petir – berawan
Pelepat & Pelepat Ilir: Hujan petir – hujan ringan
Limbur Lubuk Mengkuang: Hujan ringan – petir
Muko-muko Bathin VII: Hujan petir – udara kabur
Batin II Babeko – Bathin III – Bungo Dani – Rimbo Tengah: Hujan petir – hujan ringan
Bathin III Ulu: Hujan petir – udara kabur
Bathin II Pelayang – Jujuhan Ilir – Tanah Sepenggal Lintas: Hujan ringan – petir
Sejumlah warga yang tinggal di bantaran Sungai Batang Tebo mengaku mulai merasakan dampak naiknya debit air.
Bujang, salah satu warga, mengungkapkan kekhawatirannya kepada Lensaone.id:
“Curah hujan tinggi membuat debit air naik dan hampir meluap. Kami takut banjir seperti tahun-tahun sebelumnya. Sekarang angin juga kencang, dan sudah terlihat kayu hanyut di sungai.”
Warga diimbau untuk terus memantau informasi terkini dari BMKG, pemerintah kecamatan, serta perangkat dusun setempat guna mengantisipasi potensi banjir.
(Reporter: Hendri)
(Editor: Redaksi Media Lensaone.id)









