Transformasi Perindo ! Bung Firdaus Roy: “Ini Bukan Akhir, Tapi Awal Kebangkitan Menuju 2029”

Politik, Provinsi jambi1233 Dilihat

LENSAONE.ID – Jambi – Di tengah dinamika politik nasional yang terus berubah, Partai Persatuan Indonesia (Perindo) berada pada fase penting untuk menentukan arah masa depan. Tidak lolosnya Perindo ke parlemen pada Pemilu sebelumnya dianggap bukan sebagai kegagalan, melainkan ujian kedewasaan organisasi. Hal ini disampaikan oleh Bung Firdaus Roy, Wasekjen DPP Partai Perindo sekaligus Plt Ketua DPW Perindo Provinsi Jambi.

 

“Sejarah politik Indonesia mencatat, banyak partai besar justru lahir dari fase-fase sulit. Tantangan menjadi penguji apakah nilai perjuangan benar-benar dipegang,” ungkap Bung Firdaus Roy.

 

Firdaus Roy menyebutkan sejumlah persoalan mendasar yang masih menjadi hambatan bagi partai Perindo untuk tampil maksimal di kancah nasional, antara lain:

Tingginya biaya politik yang menyulitkan partai non-parlemen bersaing secara setara.

Dominasi partai besar yang menguasai panggung , logistik, dan jaringan kekuasaan. Pragmatisme pemilih, mulai dari politik uang hingga rendahnya pendidikan politik masyarakat. Kebutuhan konsolidasi internal, baik dari sisi struktur, kaderisasi, hingga penguatan narasi perjuangan.

Meski demikian, Bung Firdaus melihat tantangan ini sebagai peluang bagi Perindo untuk tampil berbeda dan relevan.

 

Menurutnya, kejenuhan publik terhadap politik transaksional membuka jalan bagi Perindo untuk tampil sebagai partai alternatif yang berorientasi pada kerja nyata.“Perindo sejak awal dikenal dengan politik kerja, terutama melalui pendampingan UMKM, pemberdayaan ekonomi rakyat, dan program-program konkret di akar rumput. Ke depan, identitas ini harus dipertegas sebagai ideologi, bukan sekadar program insidental,” tegasnya.

Isu Ekonomi Rakyat dan Kedaulatan Pangan

Krisis pangan global dan ketimpangan ekonomi dianggap sebagai momentum bagi Perindo untuk memposisikan diri sebagai:

Partai solusi pangan,

Pengawal kebijakan pro-petani dan UMKM,

Pelopor integrasi isu lingkungan dan keberlanjutan dalam pembangunan.

 

Firdaus Roy menilai masa depan politik Indonesia ditentukan oleh generasi muda dan kelas menengah produktif.

“Dengan pendekatan modern, edukatif, dan partisipatif, Perindo memiliki peluang membangun basis pemilih rasional yang tidak terikat politik lama,” ujarnya.

 

Untuk bangkit dan relevan, ia menegaskan bahwa Perindo perlu melakukan langkah strategis,Konsolidasi struktur hingga level terbawah, bukan sekadar formalitas.

Kaderisasi berbasis integritas dan kapasitas. Fokus pada wilayah potensial untuk memperkuat basis lokal.

Narasi politik yang jujur, membumi, dan tidak berlebihan. Koalisi berdasarkan kesesuaian nilai, bukan transaksi sesaat. “Pemilu 2029 harus dipahami sebagai alat perjuangan, bukan tujuan akhir,” tuturnya.

 

Bung Firdaus Roy menegaskan bahwa masa depan Perindo tidak bergantung pada banyaknya baliho, tetapi pada kedalaman kepercayaan rakyat yang berhasil dibangun.

“Dalam demokrasi yang kerap kehilangan arah, justru partai yang konsisten bekerja dan berpihak pada rakyat kecil akan memiliki masa depan panjang. Perindo harus menjadi partai kerja yang bermartabat, partai solusi yang membumi, dan partai masa depan yang lahir dari harapan rakyat,” pungkasnya.

 

Sumber : Muslim Yahya Perindo jambi

(Reporter: Meric Lensaone.id)