LENSAONE.ID – BUNGO – Pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Tanah Sepenggal menuai sorotan tajam. Forum penting yang menjadi wadah penyusunan arah pembangunan daerah itu hanya dihadiri dua orang anggota DPRD dari Daerah Pemilihan (Dapil) 5, Selasa (10/2/2026).
Minimnya kehadiran wakil rakyat tersebut memicu kekecewaan berbagai pihak.
Ketua Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Bungo sekaligus Tokoh Pemuda Tanah Sepenggal, Jufri, S.H., secara terbuka mengkritik absennya mayoritas anggota dewan dalam agenda strategis tersebut.
Menurut Jufri, ketidakhadiran para legislator mencerminkan kurangnya komitmen dalam mengawal dan memperjuangkan aspirasi masyarakat di tingkat kecamatan.
“Hanya dua orang anggota DPRD yang hadir. Yang lain entah ke mana, sibuk keluar dan tahunya hanya bergaya-gaya tidak karuan,” tegas Jufri dengan nada kecewa.
Ia menegaskan bahwa Musrenbang bukan sekadar agenda seremonial, melainkan forum resmi dan strategis dalam menentukan skala prioritas pembangunan daerah. Karena itu, kehadiran anggota dewan dinilai sangat vital.
Jufri memaparkan beberapa alasan pentingnya partisipasi aktif DPRD dalam Musrenbang.
Pertama, agenda rutin yang strategis. Musrenbang merupakan kegiatan tahunan yang seharusnya menjadi prioritas utama bagi setiap anggota dewan untuk mengawal usulan pembangunan dari tingkat bawah.
Kedua, fungsi penyerapan aspirasi. Selain masa reses, Musrenbang menjadi wadah formal bagi anggota dewan dalam menjalankan fungsi representatifnya, yakni mendengar langsung kebutuhan dan keluhan masyarakat.
Ketiga, pembangunan tepat sasaran. Kehadiran wakil rakyat dinilai penting untuk memastikan setiap usulan masyarakat masuk dalam skala prioritas pembangunan berkelanjutan, sehingga penggunaan anggaran benar-benar menyentuh kebutuhan riil warga dan tidak sebatas formalitas administratif.
Ia berharap ke depan para anggota DPRD lebih serius menjalankan amanah rakyat serta tidak mengabaikan forum-forum penting yang menyangkut hajat hidup masyarakat di tingkat kecamatan.
“Musrenbang ini menyangkut masa depan pembangunan daerah. Jangan sampai suara masyarakat terabaikan karena ketidakhadiran wakilnya sendiri,” pungkasnya.
(Reporter: Hendri)









