LENSAONE.ID – BUNGO – Sebuah SPBU yang berlokasi di Lubuk Landai, Kecamatan Tanah Sepenggal Lintas, Kabupaten Bungo, provinsi Jambi,menjadi sorotan masyarakat. SPBU bernomor 24.372.62 tersebut diduga terlibat dalam praktik pelangsiran dan penimbunan BBM subsidi jenis solar dan pertalite.
Keluhan datang dari berbagai kalangan warga yang mengaku kesulitan mendapatkan BBM subsidi dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi ini memicu keresahan dan menjadi perbincangan luas di tengah masyarakat Kabupaten Bungo.
Sejumlah konsumen menilai sistem pelayanan di SPBU tersebut tidak berjalan sebagaimana mestinya. Mereka mengaku kerap tidak kebagian BBM subsidi, meskipun diduga stok masih tersedia.
Berdasarkan informasi dari warga sekitar serta sejumlah sumber yang enggan disebutkan identitasnya, kesulitan memperoleh BBM subsidi tersebut diduga berkaitan dengan ulah oknum operator SPBU.
Disebutkan, terdapat empat operator berinisial S, P, H, dan HA yang diduga terlibat dalam aktivitas pelangsiran dan penimbunan BBM subsidi.
“Kami sering tidak kebagian BBM. Diduga ada kerja sama antara oknum operator dengan pelangsir. Bahkan, disebut-sebut mereka memiliki tempat penyimpanan sendiri, termasuk di rumah masing-masing,” ungkap salah satu sumber.
Masyarakat pun meminta aparat penegak hukum untuk segera turun tangan menyelidiki dugaan tersebut. Warga berharap jajaran kepolisian, baik di tingkat Polres maupun Polsek Tanah Sepenggal Lintas, dapat melakukan pengecekan langsung ke lokasi.
Selain itu, masyarakat juga meminta perhatian dari PT Pertamina (Persero) serta Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi untuk melakukan monitoring dan evaluasi terhadap distribusi BBM di SPBU tersebut.
Warga menegaskan, apabila terbukti terjadi pelanggaran terhadap standar operasional prosedur (SOP), maka mereka mendesak agar sanksi tegas diberikan sesuai ketentuan yang berlaku.
Tak hanya itu, masyarakat juga berharap pemilik SPBU meningkatkan pengawasan internal guna memastikan pelayanan kepada konsumen berjalan dengan baik, transparan, dan sesuai aturan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola SPBU terkait dugaan tersebut.(Tim)








