Masyarakat Jambi Desak Ketegasan Pemerintah: Jangan Ada Lagi Korban Jiwa Akibat Truk Tronton

Ekonomi/Bisnis70 Dilihat

LENSAONE.ID -JAMBI – Maraknya kecelakaan lalu lintas yang melibatkan truk tronton bertonase besar, mulai dari angkutan batu bara, CPO hingga kendaraan ekspedisi, di sejumlah wilayah Jambi memicu keresahan masyarakat. Warga mendesak Pemerintah Kota Jambi maupun Pemerintah Provinsi Jambi segera mengambil langkah tegas demi melindungi keselamatan pengguna jalan dan masyarakat setempat

 

Salah satu peristiwa tragis kembali terjadi pada Rabu (20/05/2026) di Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi. Sebuah truk tronton pengangkut CPO diduga menyenggol kendaraan roda dua hingga menyebabkan korban jiwa.

 

Sebelumnya, kecelakaan serupa juga terjadi di kawasan Mendalo dan merenggut nyawa pengendara. Rentetan insiden tersebut membuat masyarakat semakin khawatir terhadap aktivitas kendaraan berat yang melintas di jalan umum, terutama di kawasan padat penduduk dan jalur utama aktivitas warga.“Warga tidak ingin terus ada korban jiwa. Pemerintah harus serius mencari solusi. Jangan sampai nyawa masyarakat terus menjadi taruhan di jalan,” ungkap salah seorang warga.

 

Kawasan Mendalo disebut menjadi salah satu titik paling rawan kecelakaan. Selain menjadi jalur utama kendaraan besar, wilayah tersebut juga merupakan pusat aktivitas pendidikan karena terdapat dua kampus besar, yakni Universitas Jambi dan Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi yang setiap harinya dipadati puluhan ribu mahasiswa.

Masyarakat menilai keberadaan truk batu bara, truk CPO, maupun kendaraan ekspedisi besar yang melintas bersamaan dengan kendaraan roda dua sangat berisiko memicu kecelakaan fatal, terlebih pada jam-jam sibuk saat pelajar, mahasiswa dan pekerja beraktivitas.

 

Warga pun mendesak pemerintah segera menerapkan aturan lebih ketat terhadap operasional kendaraan bertonase besar, termasuk pembatasan jam operasional serta percepatan pembangunan jalan atau jalur khusus angkutan Bertonase besar baik Kendraan batu bara dan kendaraan berat lainnya.

 

Menurut masyarakat, keselamatan pengguna jalan merupakan tanggung jawab negara sebagaimana diatur dalam konstitusi dan aturan keselamatan lalu lintas. Karena itu, pemerintah dinilai harus hadir memberikan perlindungan nyata bagi masyarakat, khususnya pengendara roda dua yang paling rentan menjadi korban kecelakaan.Selain penertiban kendaraan, masyarakat juga meminta aparat terkait meningkatkan pengawasan terhadap truk yang diduga melebihi kapasitas muatan serta kendaraan berat yang masih melintas di kawasan padat penduduk.

Warga berharap pemerintah tidak lagi menunggu jatuhnya korban berikutnya, melainkan segera mengambil langkah konkret agar jalan raya di Jambi kembali aman dan nyaman bagi masyarakat.

( Reporter : Meric)