LENSAONE.ID – JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Dalam pidatonya, Prabowo memaparkan sejumlah capaian pemerintah selama 21 bulan menjalankan pemerintahan. Berbagai program tersebut, menurut Presiden, diarahkan untuk memberikan manfaat yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.
Sejumlah capaian yang disampaikan Presiden antara lain keberhasilan mencapai swasembada delapan komoditas pangan, pengoperasian 10.000 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih, serta pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis yang telah diikuti 108 juta warga.
Di sektor pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemerintah telah membuka 182 Sekolah Rakyat, mengembalikan 43.000 anak jalanan ke bangku sekolah, serta memberikan kesempatan kepada 250.000 orang untuk mengikuti program Magang Nasional.
Pemerintah juga mencatat pembangunan dan perbaikan infrastruktur. Sebanyak 30.000 sekolah telah direnovasi, 84.000 rumah direnovasi melalui program bantuan pemerintah, serta 2.228 kilometer jalan desa telah dibangun.
Selain itu, sebanyak 3.500 jembatan dan 3.400 titik air bor telah dibangun. Pemerintah juga membangun 100 Kampung Nelayan Merah Putih sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Di sektor pembiayaan masyarakat, Presiden menyebut bunga PNM Mekaar telah turun dari 25 persen menjadi 8 persen. Sementara potongan aplikator bagi pengemudi ojek online juga turun dari 20 persen menjadi 8 persen.
Dalam sektor pertambangan, Prabowo menyebut pemerintah telah menutup 1.000 tambang timah ilegal. Pada saat yang sama, keuntungan PT Timah disebut meningkat hingga sembilan kali lipat.
Presiden menegaskan, berbagai capaian tersebut bukan alasan bagi pemerintah untuk berpuas diri. Menurutnya, hasil pembangunan harus terus diarahkan untuk mewujudkan kemerdekaan yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga menghadirkan delapan tamu istimewa yang disebut sebagai bukti nyata hasil kerja pemerintah dalam mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.
Prabowo menekankan bahwa pembangunan nasional tidak boleh hanya berorientasi pada kepentingan satu periode pemerintahan. Pembangunan harus dipersiapkan untuk kepentingan generasi mendatang dan masa depan bangsa dalam jangka panjang.
“Ini bukan alasan untuk berpuas diri. Ini rangsangan untuk kita bekerja lebih keras lagi. Karena kemerdekaan bukan hanya apa yang kita proklamasikan. Kemerdekaan adalah apa yang dirasakan rakyat,” ujar Prabowo.
“Kita tidak bekerja dan membangun untuk satu masa jabatan. Kita membangun untuk satu zaman. Kita membangun untuk satu abad Indonesia,” tegasnya.(Reporter:Hendri)
(Sumber:Fecbook Setkab RI)














