LENSAONE.ID – JAMBI – Gubernur Jambi, Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H., mengapresiasi kemegahan penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadits (MTQH) ke-55 Tingkat Provinsi Jambi di Kota Jambi. Bahkan, ia menilai kemeriahan dan kemegahan kegiatan tersebut sudah menyerupai penyelenggaraan MTQH tingkat nasional.
Di balik apresiasi tersebut, Al Haris juga menegaskan bahwa tidak boleh ada lagi kabupaten/kota di Provinsi Jambi yang menolak menjadi tuan rumah MTQH. Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan investasi spiritual dalam membangun generasi yang berakhlak mulia.
Penegasan itu disampaikan Al Haris saat membuka MTQH ke-55 Tingkat Provinsi Jambi di Lapangan Kantor Wali Kota Jambi, Minggu (1/11/2026) malam.
“Jangan kita berpikir membangun daerah hanya soal fisik, gedung yang indah dan jalan yang mulus. Mental, moral, dan spiritual masyarakat juga harus dibangun,” tegasnya.
Al Haris menyayangkan apabila masih ada daerah yang enggan menjadi tuan rumah MTQH. Padahal, menurutnya, kesempatan tersebut merupakan momentum berharga untuk membumikan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah masyarakat.
“Jangan sampai takut berkorban demi syiar Al-Qur’an. Dana yang dikeluarkan tidak seberapa dibandingkan manfaat yang akan dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pemerintah kabupaten/kota agar konsisten mengalokasikan anggaran pembinaan qori dan qoriah. Dengan demikian, pembinaan tidak hanya dilakukan menjelang perlombaan, tetapi berlangsung secara berkelanjutan.
“Kalau semua daerah konsisten melahirkan qori-qoriah baru, insyaallah kualitas MTQH kita akan meningkat. Kita juga berharap dalam tiga hingga lima tahun ke depan lahir qori internasional dari Jambi,” tambahnya.
Sementara itu, Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., menyambut kehadiran para kafilah dari seluruh kabupaten/kota. Ia menyebut kepercayaan sebagai tuan rumah MTQH ke-55 merupakan sebuah kehormatan sekaligus amanah besar bagi Pemerintah Kota Jambi.
MTQH ke-55 berlangsung pada 30 Oktober hingga 8 November 2026, dengan melibatkan 11 kafilah dan total 629 peserta.
Selain menjadi ajang syiar Islam dan pengembangan prestasi di bidang Al-Qur’an dan Hadits, kegiatan ini juga memberikan dampak terhadap pergerakan ekonomi masyarakat. Hal itu terlihat dari kehadiran 162 stan UMKM serta 12 stan bazar kabupaten/kota.
Maulana menegaskan, MTQH tidak semata-mata mengejar gelar juara, tetapi juga menjadi sarana memperkuat karakter masyarakat yang religius, harmonis, dan berakhlak Qurani.
Sebab, membangun daerah bukan hanya tentang memperindah wajah kota, tetapi juga memperindah akhlak manusianya.
(Reporter: Meric)








