Menekan Stunting Dinkes Prov Jambi Bersama Pondok Pesantren Darul Arifin Lakukan Gerakan Nasional Aksi Bergizi

Lensaone.id-jambi-Dalam rangka meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya Gizi Dinas Kesehatan Provinsi Jambi menggelar Gerakan Nasional Aksi Bergizi bersama Pondok Pesantren Darul Arifin yang berada Di Kecamatan Jaluko Kabupaten Muara Jambi,(26/10/22)

 

pada acara Gerakan Nasional Aksi Bergizi Di hadirin Kepala Biro Kesra Provinsi Jambi Muktar Hamdi yang mewakili Gubernur Jambi, Kadis Dinkes Provinsi Jambi

dr.Feri Kusnadi,Kepala Pondok Pesantren Darul Arifin beserta sejumlah pengurus, dan tamu undangan

 

 

Dalam Kegiatan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jambi dr.Feri Kusnadi menyampaikan Program Gerakan Nasional Aksi Bergizi merupakan salah satu pemerintah dalam mencegah stunting sebelum kelahiran. Sesuai Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 mengatur tentang ketentuan remaja putri mengkonsumsi Tablet tambah Darah (TTD), dengan melakukan aktivitas fisik olahraga, dan mengkonsumsi makanan yang bernutrisi seimbang,menerima TTD, karena kondisi gizi bayi sebelum dilahirkan perlu diperbaiki

 

 

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada balita karena kurangnya asupan gizi, infeksi berulang, hingga kurangnya kekurangan gizi. Berdasarkan data stunting Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia, setiap bayi yang lahir memiliki 23 persen risiko stunting dengan panjang badan di bawah 48 persen.

 

“Adapun Obat yang di berikan hari ini pada santri Berupa Obat tambah darah dan asupan gizi untuk menjaga Anemia dan makanan tambahan, untuk menekan stunting.Diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran sejak dini kepada masyarakat, khususnya para santri mengenai pentingnya menjalankan perilaku hidup sehat dan minum tablet tambah darah

 

 

Pemerintah telah menetapkan target capaian angka stunting di Indonesia pada tahu 2024 ditekan hingga 14 persen, dari 24 persen pada 2021,”

 

“Tentunya kesehatan dan gizi pada remaja putra putri menjadi fokus perhatian pamerintah karena anak usia sekolah dan remaja merupakan suatu kelompok yang jumlahnya cukup besar dalam populasi penduduk Indonesia,” katanya feri.

(Reporter Meric)

Komentar