Lensaone.id-Empat orang pelaku pekerja masakan minyak mentah ilegal drilling Di wilayah Lubuk Napal Kabupaten Sarolangun . diaman kan Dirreskrimsus Polda Jambi hal ini disampai dalam konfrensi pers pada. Hari senin (04/12/23)
Dirreskrimsus Polda Jambi Kombes Pol Christian Tory mengatakan” Dari Empat orang Pelaku ber inisial MT, E , IW dan R dan juga Serta juga mengamankan barang bukti lain nya seperti Tungku masakan , tedmon kapasitas 1000 liter , 3 buah blower, 3 buah mesin pompa , 4 gulung selang serta gerigen berisi minyak olahan di tempat tersebut
Kombes Pol Christian Tory”kegitan pemasakan minyak mentah sudah lama dilakukan sebelum nya kita telah melakukan razia mereka tutup dan berhenti kemudian lanjut lagi. Minyak tersebut berasal dari sumbur diwilayahnya kabupaten Sarolangun tapi untuk Di TKP sumur tersebut tidak Untuk minyak dari hasil masakan tersebut dipasar kan atau dijual ke perusahan ,ketokoh ke pabrik industri
Untuk pemilik sedang kita dalamin.
Cuma empat orang pekerja pemasak minyak ilgal driling ditakap Dirreskrimsus Polda Jambi 1 orang pemilik lagi Diburuh
Lensaone.id-Empat orang pelaku pekerja masakan minyak mentah ilegal drilling Di wilayah Lubuk Napal Kabupaten Sarolangun . diaman kan Dirreskrimsus Polda Jambi hal ini disampai dalam konfrensi pers pada. Hari senin (04/12/23)
Dirreskrimsus Polda Jambi Kombes Pol Christian Tory mengatakan” Dari Empat orang Pelaku ber inisial MT, E , IW dan R dan juga Serta juga mengamankan barang bukti lain nya seperti Tungku masakan , tedmon kapasitas 1000 liter , 3 buah blower, 3 buah mesin pompa , 4 gulung selang serta gerigen berisi minyak olahan di tempat tersebut
Kombes Pol Christian Tory”kegitan pemasakan minyak mentah sudah lama dilakukan sebelum nya kita telah melakukan razia mereka tutup dan berhenti kemudian lanjut lagi. Minyak tersebut berasal dari sumbur diwilayahnya kabupaten Sarolangun tapi untuk Di TKP sumur tersebut tidak Untuk minyak dari hasil masakan tersebut dipasar kan atau dijual ke perusahan ,ketokoh ke pabrik industri
Untuk pemilik sedang kita dalami.
(Reporter Meric)









Komentar