Lensaone.id-Bungo-Di Kabupaten Bungo Provinsi Jambi itu berjumlah 141 Dusun (Desa) di 17 kecamatan yang ada di wilayah kabupaten Bungo. Kecamatan tanah tumbuh diantarnya terdiri dari 11 Dusun. Tepatnya setelah proposal di masuk ke gubernur Jambi pada tahun 2022 tepatnya di bulan November yang di sampaikan langsung oleh Datuk Rio Dusun tanah Tumbuh.
Gubernur Jambi melalui PUPR provinsi Jambi Alhamdulillah di respon proposal yang di antar oleh pemerintah Dusun tanah tumbuh kecamatan tanah tumbuh. jalan tanah lamo itu Jalan provinsi mulai dari Taman agung sampai ke kecamatan Limbur lubuk mengkuang.Jumat 23 Agustus 2024.
Tidak berselang lama akhirnya datang alat berat, mobil dari instansi perkejaan umum untuk mengerok parit yang berada di pasar kamis dusun tumbuh kecamatan tanah tumbuh,
Pengalihan di kerjakan PUPR provinsi entah pihak kedua tau ketiga itu kurang pasti sebab masyarakat tidak bertanya, tujuan instansi membidangi untuk Bikin parit (drainase ) di dusun tanah tumbuh itu Mulai dari pasar kamis sampai ke masjid Raya Arahman.
Namun pengerjaan proyek PUPR provinsi Jambi yang baru di gali sepanjang 40 meter Lebih kurang itu tidak di dilanjutkan lagi pada tahun 2022 hingga sekarang sudah tahun 2024 namun parit itu di tinggal saja Tanpa ada kejelasan dari pemerintah provinsi atau instansi terkait,

sehingga sekarang masyarakat merasa sangat kecewa dengan proyek melalui dinas PUPR provinsi Jambi yang berlokasi di tepi jalan dusun tanah tumbuh kecamatan tanah tumbuh kabupaten Bungo.
Apalagi posisi pengalian parit (got) sepanjang lebih Kurang 40 meter berada di dekat Pasar kamis dan di Area jalan Menuju mesjid Raya Arahman Dusun tanah tumbuh, jadi masyarakat sangat terganggu oleh kegiatan proyek parit yang terbengkalai dari tahun 2022 hingga Tahun 2024 , seperti dugaan tidak ada kelanjutan nya bak seperti tau rimba nya.
Saat media Online lensaone.id mewawancarai Datuk Rio Saleh (kades) Dusun Tanah Tumbuh kecamatan tanah tumbuh mengatakan ” ya masyarakat kami sangat kecewa dengan pengerokkan parit (drainase) di dusun kami, Sudah 2 tahun lebih tidak kejelasan di tinggal begitu saja,ada bahasa nya dengan masyarakat di kala itu,di tegah pengerjaan proyek pengerokkan Drainase berlangsung tiba alat rusak, setelah pergilah alat dari Area dan mobil damruk saat itu, hingga kini itu lah Poto parit drainase saat ini di biarkan begitu saja.
Dan yang membuat masyarakat mengeluh ketika hujan air berserakan di badan jalan, kemudian masyarakat khususnya kecamatan tanah Tumbuh jika hendak ke pasar tradisional pada hari Kamis itu sulit untuk melangkah di karena parit drainase terbengkalai sehingga terganggu antara pembeli dan penjual” Tutur Rio Saleh Dusun tanah tumbuh”
Masyarakat berharap kepada gubernur Jambi alharis yang masih aktif dan PUPR provinsi Jambi Agar pengerokkan pengali parit itu di kerjakan kembali sesuai SOP yang di kehendaki,jika Tidak di lanjutkan kami 11 dusun (, Desa) di kecamatan Tanah tumbuh merasa sangat kecewa.” Pungkas”
Di sepanjang jalan tanah lama(lamo) ada berapa titik rusak parah terlihat Juga di Dusun teluk Pandak kecamatan bahtin lll, di dusun Empelu kecamatan tanah sepenggal, sampai sekarang sudah berapa tahun belum ada perbaikan padahal sudah sangat penting prihatin sekali, perbaikan itu kewajiban gubernur Jambi dan Dinas PUPR provinsi Jambi.
(Reporter : Hendri)








