GBRK Kembali Geruduk Kejaksaan Tinggi Jambi Menagih Tantangan Atas Dugaan Korupsi Dana BLUD 14 MILYAR

Lensaone.id-,Gerakan Bersama Rakyat Kampus atau kerap kali di panggil dengan sebutan GBRK Kembali Mendesak kejati Jambi atas dugaan kasus korupsi dana BLUD 14 M di tanjung Jabung Timur.

 

Rio mengungkapkan dalam orasinya GBRK Akan menjadi alarm emergency bagi Kejati dalam menindaklanjuti atas dugaan kasus korupsi dana BLUD 14 M.

 

Karena dari observasi di lapangan memang banyak sekali kejanggalan salah satunya Jaspel BPJS 6 bulan tidak dibayar, lemari Jenasah, BET.

 

Terkait laporan sudah banyak kawan Kawan dari Beberapa LSM yang yang melapor baik itu di tanjung Jabung Timur maupun di provinsi Jambi tapi yang aneh tidak ada satupun yang menindaklanjuti kasus RSUD NH tersebut. Jelasnya

 

 

Dengan lantangnya ketua Gerakan Bersama Rakyat Kampus mengatakan GBRK akan Menjadi agenda Mingguan sampai laporan Kami Benar-benar di tindaklanjuti secara transparan, bukan hanya sekedar dijadikan arsip belaka kata Rio.

 

 

GBRK juga mencurigai ada persekongkolan jahat atas penyelewengan dana BLUD 14 M ini, antara lain :

 

1. Direktur RSUD NH

2. Kabid bina program

3. Kabid penunjang medis

4. Kasubag umum dan perlengkapan

5. Kabid pelayanan dan keperawatan

6. Kasi keperawatan

7. Bendahara pengeluaran

 

Dengan tetap mengedepankan prinsip praduga tak bersalah, GBRK menyampaikan tuntutan kepada Kejaksaan Tinggi Jambi untuk segera melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam kasus ini.

 

meminta kejaksaan tinggi Jambi untuk meriksa serta memanggil direktur RSUD NH dan berserta jajarannya secara transparan.

 

Setelah beberapa menit melakukan aksi, para pendemo yang didampingi oleh Pak Pasaribu, hering dengan Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejaksaan Tinggi Jambi, Nolly Wijaya.

 

Nolly menyampaikan ucapan terima kasih atas peringatan yang disampaikan dan menyatakan bahwa laporan tersebut telah diterima dengan baik.

 

Noly juga meminta waktu kepada GBRK dalam menindaklanjuti laporan tersebut karena ada tahapan tahapan yang di lewati tutupnya

(Sumber Rio/Meric)