Lensaone.id-Jambi-21 Mei 2025 – Gerakan Bersama Rakyat Kampus Jambi (GBRK) mendesak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi untuk mengambil alih perkara dugaan korupsi pembangunan masjid di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) di provinsi Jambi.
Kasus dugaan korupsi proyek rehab masjid agung tanjabtim terkelanjut bertepatan pada tanggal 8 mei kemaren kejati jambi teruskan perkara ini ke kejari tanjabtim…
Dalam aksi ini, rio menyebutkan walaupun kejati sudah meneruskan ke kejari tanjabtim Kami GBRK akan terus mendesak kejati jambi untuk mengambil alih perkara dugaan korupsi proyek rehab masjid agung tersebut ia nyebutkan mosi tidak percaya kejari tanjabtim.
Rio jodiansyah selaku ketua GBRK menilai bahwa ada dugaan kuat penyelewengan anggaran dalam proyek rehabilitasi Masjid Agung Tanjabtim. Dugaan ini perlu diusut tuntas oleh Kejati Jambi untuk memastikan bahwa proyek ini berjalan sesuai dengan rencana dan anggaran yang telah ditetapkan.
Dalam orasinya rio jodiansyah ketua GBRK mendesak Kejati Jambi untuk segera ambil alih perkara masjid ini serta melakukan penyelidikan mendalam terkait dugaan penyelewengan anggaran rehabilitasi Masjid Agung Tanjabtim. GBRK juga menuntut agar Kejati Jambi transparan dan akuntabel dalam menangani kasus ini, serta menindak tegas pihak-pihak yang terlibat dalam penyelewengan anggaran.
Gerakan bersama Rakyat kampus akan terus melakukan aksi di depan kejaksan tinggi jambi sampai benar benar di usut tuntas perkara ini, “jelasnyA”.
Tuntutan kami tetap sama yaitu panggil dan periksa Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Tanjabtim terkait dugaan penyelewengan anggaran. Ia menilai bahwa Kepala Perkim Tanjabtim perlu periksa terkait proyek-proyek yang dikerjakan oleh dinas tersebut.
Tidak hanya itu rio juga mendesak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi untuk memanggil beberapa pihak terkait dalam kasus dugaan penyelewengan anggaran di Tanjabtim. Pihak-pihak yang perlu dipanggil antara lain Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), konsultan perencanaan dan pengawasan, serta Mantan Bupati Tanjabtim.
(Reporter: Meric)







