LENSAONE.ID – JAMBI – Seorang warga RT 19, Kelurahan Tehok, Kecamatan Jambi Selatan bernama Aprianto, seorang buruh harian lepas, tengah membutuhkan perhatian serius dari pemerintah. Kondisi rumahnya yang tidak layak huni serta keterbatasan ekonomi membuatnya berharap adanya bantuan dari Pemerintah Kota Jambi melalui program rehabilitasi rumah dan bantuan sosial.
Aprianto mengaku hingga kini belum menerima bantuan apa pun, meski kehidupannya tergolong dalam kategori sangat membutuhkan.
“Harapan kami sederhana, ada perhatian dari pemerintah. Rumah kami butuh diperbaiki, dan untuk kebutuhan sehari-hari pun kami sering kesulitan,” ujarnya.
Situasi ini memunculkan pertanyaan dari masyarakat: apakah pemerintah kurang melakukan pendataan terhadap warga yang benar-benar membutuhkan bantuan?Program pendataan warga miskin dinilai belum sepenuhnya tepat sasaran sehingga banyak keluarga yang seharusnya mendapat bantuan, justru belum terjangkau.
kasus seperti ini harus menjadi perhatian bersama. Jika tidak ada progres dari pihak terkait, Mengingat kan ada peran RT lurah camat setempat melihat yang benar- Benar nya ,RT harus profesional dan bijak agar melakukan pendataan secara objektif dan transparan. Tidak boleh ada “pilih-pilih” dalam mendata warga.
“Ketua RT adalah panutan bagi warganya. Data harus akurat, adil, dan benar-benar diberikan kepada warga yang berhak,” tegas salah satu warga.
Permasalah ini menjadi contoh nyata bahwa masih banyak masyarakat kecil yang membutuhkan perhatian lebih agar bantuan pemerintah tepat sasaran dan tidak terlewat.
Hingga berita ini ditayangkan meminta RT 19 dan pak lurah tehok serta pak camat Jambi Selatan meninjau kelapangan dan memberikan keterangan resmi.
(Reporter: Meric Lensaone.id)









