Lensaone.id, Bungo – Ketegangan terjadi saat aparat kepolisian melakukan razia penertiban aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kampung Kenalu, Desa Sungai Arang, Kecamatan Bungo Dani, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, pada Rabu (10/7/2025). Sejumlah warga yang diduga pekerja PETI terlibat adu mulut dengan petugas di lokasi kejadian.
Dalam video yang beredar, para pekerja menyampaikan protes kepada petugas. Mereka menyebut kegiatan yang mereka lakukan hanya menggunakan mesin dompeng, bukan alat berat seperti excavator sebagaimana yang disebutkan masih bebas beroperasi di wilayah lain seperti Sungai Telang.
“Ini kan cuma dompeng, coba lihat di Sungai Telang itu, pakai alat berat excavator. Kami ini cuma pakai mesin. Kalau mau berantas, ya semuanya: mulai dari mesin dompeng, alat berat, tempat bakar emas, hingga solar subsidi. Semua harus ditindak,” ujar salah satu pekerja dalam perdebatan tersebut.
Diduga Ada Provokasi Oknum “Kebal Hukum”
Menurut informasi yang dihimpun tim Lensaone.id dari sumber terpercaya, adu argumen itu ditengarai dipicu oleh provokasi oknum yang dikenal warga sebagai “preman” dan dianggap kebal hukum di kampung tersebut.
“Saya tidak berani sebut namanya. Orang itu terkenal jagoan, preman, kebal hukum di kampung sini,” ungkap narasumber yang enggan disebutkan identitasnya.
Kampung Halaman Bupati Terpilih
Menariknya, Desa Sungai Arang diketahui merupakan kampung halaman dari Bupati Bungo terpilih periode 2025–2030, Dedy Putra, SH, M.Kn. Meski tidak terjadi bentrokan fisik, sikap verbal dan intimidatif yang ditunjukkan sejumlah warga terhadap aparat dinilai mencederai semangat penegakan hukum.
Insiden ini menjadi sorotan publik, sekaligus mencerminkan masih rendahnya kesadaran hukum di tengah masyarakat, serta tantangan berat bagi aparat dalam upaya menertibkan aktivitas PETI yang merusak lingkungan dan ilegal.
(Reporter:Hendri)













