LENSAONE.ID – BUNGO – Di era modern seperti saat ini, akses komunikasi dan internet menjadi kebutuhan utama masyarakat. Namun, kondisi berbeda dirasakan warga Dusun Timbolasi, Kecamatan Bathin III Ulu, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi. Mereka hingga kini masih kesulitan mendapatkan sinyal jaringan seluler.
Wilayah Kecamatan Bathin III Ulu sendiri terdiri dari sembilan dusun, yakni Aur Cino, Buat, Karak Apung, Laman Panjang, Lubuk Beringin, Muara Buat, Senamat Ulu, Sungai Telang, dan Timbolasi. Dari sembilan dusun tersebut, hanya sekitar tiga dusun yang memiliki akses jaringan seluler yang memadai. Selebihnya, termasuk Dusun Timbolasi, masyarakat masih harus berjuang untuk sekadar mendapatkan sinyal.
Kondisi ini membuat warga kesulitan berkomunikasi, baik untuk menelepon, mengirim pesan melalui WhatsApp, maupun mengakses internet. “Terkadang kami harus mencari titik tertentu agar bisa mendapatkan sinyal, itupun sering hilang timbul. Kalau hujan atau listrik mati, jaringan juga ikut mati total,” ungkap salah satu warga yang enggan disebutkan namanya saat diwawancarai media ini.
Warga juga mengeluhkan, saat tidak ada jaringan, mereka terpaksa harus keluar ke dusun lain untuk bisa berkomunikasi. Menurut mereka, hal ini sangat menyulitkan terutama bagi yang memiliki urusan penting, baik keluarga maupun kedinasan.
“Dusun kami ini seperti tidak mendapat perhatian. Kami berharap pemerintah kabupaten, provinsi, pusat, dan juga DPRD, terutama dapil III, bisa memperhatikan kondisi kami. Mulai dari jaringan seluler, infrastruktur jalan, drainase, hingga penerangan jalan umum (LPJU) agar kami merasa lebih aman dan nyaman,” tambah sumber tersebut.
Selain itu, warga juga menilai jika jaringan telekomunikasi sudah tersedia, potensi wisata di kawasan Bukit Tabalo dapat berkembang. “Kalau ada jaringan, orang bisa langsung upload foto ke media sosial. Sekarang karena jaringan tidak ada, pengunjung jadi malas datang,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Datuk Rio Timbolasi, Muzir, yang berharap pemerintah segera menindaklanjuti keluhan masyarakatnya.“Ya, beginilah kondisi Dusun Timbolasi. Kalau mau menelepon atau kirim pesan, kami harus naik ke bukit atau mencari titik tertentu. Saya sudah berkali-kali menyampaikan dalam MusrenbangDus soal kebutuhan tower, jalan, drainase, dan LPJU, tapi sampai sekarang belum ada realisasi,” tutur Datuk Rio Muzir kepada media ini.
Ia menambahkan, besar harapan masyarakat agar pemerintah dapat melihat langsung kondisi di lapangan dan merasakan apa yang dirasakan warga Timbolasi.
(Reporter: Hendri | Editor: Redaksi Lensaone.id)







