LENSAONE.ID – BUNGO – Akibat curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Tanah Sepenggal, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, sejak Minggu malam, ruas jalan Provinsi Tanah Tumbuh Lama tepatnya di Dusun Teluk Pandak mengalami longsor di area Bukit Patah. Lokasi tersebut berbatasan langsung dengan Dusun Empelu dan masih berada dalam wilayah Kecamatan Tanah Sepenggal, Senin (15/12/2025).
Tanpa menunggu terlalu lama, Pemerintah Dusun (Pemdus) Teluk Pandak langsung mengambil langkah cepat dengan melakukan pembersihan material longsor yang menutupi badan jalan provinsi tersebut.
Sekitar pukul 10.00 WIB, Pemdus Teluk Pandak mengambil kebijakan dengan meminjam sekaligus merental alat berat berupa excavator mini dari dusun tetangga. Langkah ini dilakukan demi mempercepat proses pembersihan tanah longsor agar tidak menghambat arus lalu lintas.
Saat dikonfirmasi Media Online Lensaone.id melalui sambungan WhatsApp, Datuk Rio Teluk Pandak, Erpuadan, S.Pd.I, mengatakan bahwa kebijakan tersebut diambil demi kepentingan masyarakat luas.
“Ya, tadi kami mengambil kebijakan untuk merental excavator mini guna membersihkan jalan provinsi di Dusun Teluk Pandak. Alhamdulillah, saat ini material longsor sudah dibersihkan dan arus lalu lintas kembali lancar. Masyarakat yang melintasi jalan provinsi di Dusun Teluk Pandak hingga perbatasan Dusun Empelu sudah bisa beraktivitas seperti biasa,” ujar Datuk Rio.
Diketahui, longsor di lokasi tersebut bukan kali pertama terjadi. Pada tahun 2024 lalu, titik yang sama juga sempat mengalami longsor dan telah ditangani oleh Dinas PUPR Provinsi Jambi karena status jalan tersebut merupakan jalan provinsi. Saat itu, Pemerintah Provinsi Jambi melalui Gubernur Al Haris berjanji akan melakukan perbaikan permanen, namun hingga kini realisasinya belum terlihat.
Masyarakat pengguna jalan berharap pemerintah provinsi segera mengambil langkah nyata. Selain perbaikan longsor, warga juga meminta perhatian terhadap banyaknya lubang jalan, minimnya penerangan jalan umum (LPJU), serta kondisi drainase yang tidak berfungsi.
“Kami berharap Pemerintah Provinsi Jambi, khususnya Gubernur Al Haris dan Dinas PUPR Provinsi Jambi, segera turun langsung ke lapangan untuk mengecek kondisi jalan. Banyak lubang, jembatan kecil sudah berlubang dan termakan usia, drainase tidak ada, dan LPJU tidak aktif. Apalagi sekarang musim hujan, rawan banjir dan kecelakaan,” tutur salah seorang warga pengguna jalan.
Masyarakat menilai ruas jalan provinsi yang menghubungkan Kecamatan Bathin III, Tanah Sepenggal, Tanah Tumbuh, Bathin II Pelayang hingga Kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang sudah selayaknya dilakukan pelebaran dan rehabilitasi menyeluruh demi keselamatan dan kelancaran aktivitas masyarakat.
(Reporter: Hendri)
(Editor : Redaksi Lensaone.id)












