SD Negeri 149/II Dusun Tanah Bekali Kembali Terendam Banjir, KBM Diliburkan

Lensaone.id – Bungo – SD Negeri 149/II Dusun Tanah Bekali, Kecamatan Tanah Sepenggal, Kabupaten Bungo, provinsi Jambi kembali terendam banjir akibat tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah tersebut sejak semalaman, Senin (15/12/2025).

 

Genangan air setinggi kurang lebih 40 sentimeter merendam halaman hingga ruang sekolah. Banjir diduga kuat berasal dari luapan Sungai Batang Telentam yang melintas di sekitar Dusun Tanah Bekali. Kondisi ini menyebabkan seluruh aktivitas belajar mengajar terpaksa dihentikan.

 

Kepala SD Negeri 149/II Dusun Tanah Bekali, Tarmizi, S.Pd, saat dikonfirmasi awak media Lensaone.id melalui WhatsApp, menjelaskan bahwa air mulai masuk ke area sekolah sejak pagi hari.

 

“Sekitar pukul 07.15 WIB saya datang lebih dulu ke sekolah. Curah hujan sangat tinggi, dan setibanya di sekolah air sudah menggenangi halaman. Tak lama kemudian air terus naik akibat luapan Sungai Batang Telentam ditambah hujan lebat semalaman,” ujar Tarmizi.

 

Ia menambahkan, seiring bertambahnya debit air yang masuk ke ruang kelas, pihak sekolah memutuskan untuk meliburkan kegiatan upacara bendera dan proses belajar mengajar demi keselamatan siswa dan tenaga pendidik.

 

“Sekolah kami memang rawan banjir karena posisi bangunan berada di dataran rendah. Setelah siswa dipulangkan, kami para majelis guru bekerja ekstra menyelamatkan aset sekolah seperti perangkat elektronik, komputer, laptop, speaker, data sekolah, dan arsip penting ke tempat yang lebih aman. Kami harus selalu siaga karena khawatir hujan terus turun atau sungai kembali meluap,” tambahnya.

 

Keluhan juga disampaikan oleh salah satu wali murid yang enggan disebutkan namanya. Ia mengaku terkejut saat mengetahui anaknya tidak dapat mengikuti kegiatan sekolah akibat banjir.

 

“Kami sangat prihatin. Sekolah ini hampir setiap tahun kebanjiran. Kalau hujan lebat semalaman, air pasti masuk karena area sekolah sangat rendah,” ujarnya.

 

Ia berharap Pemerintah Kabupaten Bungo, khususnya Bupati Bungo serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, segera mencarikan solusi konkret.

 

“Kami berharap sekolah ini dipindahkan atau dibangun di lokasi yang lebih tinggi. Kalau dibiarkan, kasihan para guru dan anak-anak. Pernah air mencapai tiga meter dan aktivitas belajar lumpuh total berminggu-minggu. Saat ini debit Sungai Batang Tebo juga terus naik. Kalau hujan merata di Kabupaten Bungo, kami khawatir banjir besar seperti tahun-tahun sebelumnya akan terulang,” pungkasnya.

 

(Reporter: Hendri)

(Editor: Redaksi Lensaone.id)