LENSAONE.ID – BUNGO – Aktivitas trek ugal-ugalan yang diduga melibatkan ratusan anak muda kembali meresahkan masyarakat di wilayah Kecamatan Tanah Sepenggal, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, Kamis (22/1/2026).
Aksi tersebut sempat memicu keributan dengan pengguna jalan dan menyebabkan kemacetan panjang, khususnya di kawasan pemukiman warga. Insiden terjadi di sepanjang jalan umum yang melintasi Dusun Sungai Gambir hingga Dusun Pasar Rantau Embacang.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, keributan bermula saat sejumlah pengguna jalan menegur aksi balap liar yang dilakukan oleh sekelompok anak muda menggunakan sepeda motor. Namun, teguran itu justru dibalas dengan emosi, hingga terjadi aksi kejar-kejaran di tengah jalan.
Peristiwa ini viral di media sosial setelah sebuah video diunggah oleh akun Facebook bernama “Ncu Yasin”, sekitar 14 jam sebelum berita ini diturunkan. Dalam unggahannya tertulis:
“Akibat anak mudo lah balap liar padahal puaso masih lamo, dah mulai meresahkan jalan. Pas ditegur malah melawan.”
Unggahan tersebut menuai beragam komentar dari warganet. Mayoritas mendesak aparat penegak hukum (APH) agar segera turun tangan membubarkan aksi trek ugal-ugalan yang dinilai sangat membahayakan keselamatan, baik bagi pelaku maupun pengguna jalan lainnya.
Seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya mengatakan, aksi balap liar kerap terjadi, terutama menjelang waktu berbuka puasa.
“Kalau sudah masuk bulan puasa, hampir setiap sore sekitar pukul 16.00 WIB sampai menjelang berbuka, anak-anak muda—bahkan ada yang masih di bawah umur—berkumpul dan trek motor di jalan. Ini sangat meresahkan,” ujarnya.
Menurut warga, terdapat sejumlah titik yang kerap dijadikan lokasi balapan liar, di antaranya sepanjang jalan provinsi Tanah Tumbuh Lama, perbatasan Lubuk Benteng (Kecamatan Bathin III) dan Teluk Pandak (Kecamatan Tanah Sepenggal), Bukit Patah Dusun Empelu, Dusun Sungai Gambir, Dusun Pasar Rantau Embacang, Dusun Tenam, Dusun Candi, hingga Dusun Pedukun, Kecamatan Tanah Tumbuh.
“Parahnya lagi, mereka sering mengendarai motor tanpa helm, mengangkat roda depan, dan saling pamer atraksi di tengah jalan saat kendaraan lain melintas,” tambah warga lainnya.
Pada Kamis sore sekitar pukul 17.00 WIB, ratusan anak muda terlihat berlarian dan berkumpul di badan jalan. Beberapa di antaranya bahkan diduga membawa potongan kayu serta mengeluarkan kata-kata menantang, sehingga situasi sempat memanas dan arus lalu lintas terganggu.
Masyarakat berharap pemerintah dusun, pemerintah kecamatan, serta unsur Forkopimcam seperti Polsek, Koramil, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas dapat meningkatkan patroli rutin, khususnya menjelang bulan Ramadan.
Warga juga meminta agar aksi balap liar segera dibubarkan, kendaraan dengan knalpot brong ditertibkan, serta para pelaku diberikan pembinaan tegas demi menjaga keselamatan dan ketertiban umum.
(Reporter: Hendri)
Editor: Redaksi Lensaone.id









