Lensaone.id-KotaJambi-Pemerintah Kota Jambi memperkuat kapasitas sumber daya manusia dalam penanggulangan kebakaran melalui Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diksar) bagi aparatur Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan). Kegiatan yang dibuka langsung oleh Wali Kota Jambi Maulana itu berlangsung di Aula Damkartan, Rabu (11/2/2026), dan diikuti 34 peserta selama empat hari hingga 14 Februari 2026.
Pembukaan ditandai dengan penyematan tanda peserta oleh Wali Kota sebagai simbol dimulainya proses pembinaan kompetensi dasar bagi personel Damkar, baik aparatur PPPK maupun pejabat struktural.
Maulana menegaskan, pendidikan dasar merupakan syarat wajib bagi seluruh aparatur berseragam Damkar untuk memastikan setiap personel memiliki kecakapan dasar dalam menjalankan tugas pelayanan dan penanganan kebakaran.
“Semua yang masuk wajib memiliki kecakapan dasar ini untuk menguatkan personel Damkar,” tegasnya.
Menurutnya, penguatan kapasitas ini menjadi bagian dari strategi pencegahan dan penanggulangan kebakaran yang lebih sistematis di Kota Jambi. Melalui program Kampung Bahagia, pemerintah juga akan mendorong pengadaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di tingkat lingkungan sebagai langkah antisipasi dini.
Ia menambahkan, Pemkot Jambi akan menggulirkan gerakan “Damkar Goes to RT” untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap potensi kebakaran serta memperkuat budaya mitigasi berbasis komunitas.
“Kita akan buat gerakan masyarakat paham dan sadar ancaman kebakaran melalui Damkar Goes to RT. Hal ini guna menurunkan angka kebakaran yang alhamdulillah setiap tahun terus mengalami penurunan,” ujarnya.
Maulana juga mengapresiasi dedikasi aparatur Damkar yang dinilai menjadi garda terdepan dalam pelayanan kedaruratan sekaligus memiliki kedekatan dengan masyarakat.
“Tidak sedikit apa pun keluhannya lapor Damkar. Ini prestasi luar biasa, karena kinerjanya sangat dibutuhkan dalam pelayanan pencegahan dan penanggulangan dini kebakaran,” katanya.
Ia berpesan kepada seluruh peserta agar mengikuti rangkaian pelatihan secara serius, sekaligus menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam upaya penanggulangan kebakaran. Koordinasi perlu dibangun dengan pelaku usaha, PDAM Tirta Mayang, pemerintah daerah sekitar, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Sementara itu, Kepala Disdamkartan Kota Jambi Mustari menjelaskan, pelatihan dasar ini bertujuan membentuk standar kualifikasi personel agar mampu memberikan layanan respons cepat dan profesional saat terjadi kebakaran maupun situasi darurat lainnya.
Ia menyebutkan, kegiatan serupa sebelumnya telah dilaksanakan pada 2024 dan akan terus dilanjutkan dengan pelatihan lanjutan yang lebih spesifik sesuai kebutuhan tugas di lapangan.
“Setelah Diksar ini tentunya masih ada pelatihan-pelatihan berikutnya yang lebih spesifik,” ungkapnya.
Selain peningkatan kapasitas personel, pihaknya juga telah merekomendasikan pengadaan APAR di setiap RT melalui program unggulan Kampung Bahagia sebagai bagian dari upaya mewujudkan Kota Jambi yang tangguh terhadap bencana.
Melalui langkah ini, Pemkot Jambi tidak hanya memperkuat profesionalitas aparatur Damkar, tetapi juga membangun kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya pencegahan kebakaran sebagai bagian dari perlindungan lingkungan dan keselamatan warga.
“Hal ini sebagai pencegahan dini, yang ditindaklanjuti Damkar Goes To RT untuk melakukan sosialisasi yang telah berdampak terhadap penurunan bencana kebakaran,” tutupnya.
Diharapkan melalui Diksar ini, Aparatur Damkar akan mampu melakukan tugas dan fungsi dengan baik bila ditempatkan di Mako, maupun pos-pos Disdamkartan untuk memberikan pelayanan maksimal bagi masyarakat, sehingga memberikan rasa aman bagi warga Kota Jambi.
(Reporter: Meric Lensaone.id)









