Lensaone.id – Bungo – Pemerintah Dusun (Pemdus) Empelu bersama masyarakat melakukan gotong royong secara sukarela untuk memperbaiki kondisi jalan provinsi yang mengalami kerusakan parah di wilayah Kabupaten Bungo, Senin (20/4/2026).
Kegiatan ini difokuskan pada pembuatan saluran air guna mengatasi genangan yang selama ini memperparah kerusakan jalan, khususnya di ruas jalan Tanah Tumbuh Lama yang berada di Dusun Empelu, Kecamatan Tanah Sepenggal.
Diketahui, jalan tersebut merupakan kewenangan Dinas PUPR Provinsi Jambi. Namun hingga saat ini, kondisi jalan dinilai sudah lama tidak mendapat perbaikan.
Banyak ditemukan titik jalan berlubang, minimnya Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU), hingga beberapa jembatan kecil yang mulai mengalami penurunan.
Datuk Rio Dusun Empelu, HM Thohir, yang memimpin langsung kegiatan gotong royong tersebut, menyampaikan harapannya kepada Pemerintah Provinsi Jambi.
“Saya berharap kepada Pemerintah Provinsi Jambi, khususnya Gubernur Al Haris dan instansi terkait, agar segera turun ke lapangan untuk mengecek kondisi jalan ini dan melihat langsung titik-titik kerusakan yang ada,” ujarnya.
Ia menambahkan, kondisi jalan provinsi di wilayah Kabupaten Bungo, mulai dari Kecamatan Bathin III, Tanah Sepenggal hingga Tanah Tumbuh, sudah puluhan tahun tidak direhabilitasi.
“Bukan hanya jalan, beberapa jembatan kecil bahkan jembatan besar juga sudah mulai mengalami penurunan akibat usia. Ini sangat membutuhkan perhatian serius,” tambahnya.
Keluhan serupa juga disampaikan para pengguna jalan, baik pengendara roda dua maupun roda empat. Mereka mengaku kesulitan melintasi jalan tersebut, terutama pada malam hari karena minimnya penerangan.
“Kami berharap pemerintah segera memperbaiki jalan ini. Kondisinya sangat memprihatinkan, apalagi saat malam hari, rawan dan membuat kami was-was saat melintas,” ungkap salah satu warga pengguna jalan.
Masyarakat berharap adanya perhatian dan tindakan cepat dari Pemerintah Provinsi Jambi untuk memperbaiki infrastruktur jalan demi keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan di wilayah tersebut.
(Reporter: Hendri)














