Diduga Truk Modifikasi Penyimpan BBM Terbakar,siapa aktor dibalik itu

LENSAONE.ID – Jambi – Kebakaran hebat terjadi di lokasi poll kendaraan penyalur BBM non subsidi milik PT ASR Petrolin Energi di RT 19, Kelurahan Sukakarya, Kecamatan Kotabaru, Kota Jambi, Jumat (15/5/2026) malam.

 

‎Peristiwa tersebut menghanguskan sedikitnya lima unit kendaraan, terdiri dari dua mobil tangki BBM non subsidi, satu unit truk, satu mobil pick up, serta satu truk modifikasi yang digunakan untuk menyimpan BBM.

‎Laporan kebakaran diterima Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Jambi pada pukul 19.05 WIB melalui Call Center Bahagia112. Petugas tiba di lokasi delapan menit kemudian atau sekitar pukul 19.13 WIB.

 

‎Saat petugas tiba di lokasi, api diketahui sudah membesar di dalam area berpagar seng. Tim Damkartan kemudian melakukan pembongkaran pagar seng dan menemukan sebuah truk modifikasi yang menyimpan cairanppp0 BBM tengah terbakar.

‎Selain itu, pipa penyalur pada truk tersebut dalam kondisi terbuka sehingga BBM tumpah dan memperbesar kobaran api hingga menyambar kendaraan lainnya.

‎Dalam proses pemadaman, Damkartan Kota Jambi mengerahkan sebanyak 60 personel dari Pleton 3 Mako, Regu 3 Pos Kotabaru, dan Regu 3 Pos Alam Barajo dengan dukungan tujuh unit armada tempur dan suplai.

‎Petugas juga melakukan koordinasi dengan PLN Jambi untuk memutus jaringan listrik di lokasi kejadian serta meminta bantuan Pertamina Jambi guna penanganan menggunakan fire foam.

‎Selain itu, aparat TNI-Polri turut membantu pengamanan lokasi dan pengaturan arus lalu lintas selama proses pemadaman berlangsung.

‎Kepala operasi menyebutkan, dugaan sementara penyebab kebakaran berasal dari konsleting mesin genset yang berada di dekat truk BBM modifikasi tersebut.

 

‎“Diduga api berasal dari konsleting mesin genset yang berada dekat truk BBM yang dimodifikasi,” demikian keterangan dalam laporan Damkartan Kota Jambi.

‎Petugas pemadam juga menghadapi sejumlah hambatan di lapangan, di antaranya banyak warga yang mendekati area kebakaran serta akses jalan menuju lokasi yang sempit sehingga menyulitkan manuver armada.

‎Api akhirnya berhasil dipadamkan setelah operasi berlangsung selama kurang lebih satu jam 30 menit. Dalam proses pemadaman, petugas menghabiskan sekitar 29 ribu liter air dan 150 liter liquid foam.

‎Akibat insiden tersebut, dua personel Damkar yakni M. Ishak Effendi dan Bambang Apriandi mengalami sesak nafas dan dehidrasi. Keduanya langsung mendapat penanganan dari tim PSC 119.

‎Usai memastikan kondisi aman dan melakukan pendinginan di lokasi, seluruh personel kembali ke mako dan pos masing-masing sekitar pukul 21.02 WIB.

(Reporter: Meric)