Lensaone.id – Bungo – Suasana duka menyelimuti warga Dusun Empelu, Kecamatan Tanah Sepenggal, Kabupaten Bungo, pasca musibah longsor yang menimpa rumah milik Yukamri dan Suryani di Kampung Pulau Indah pada Rabu (13/5/2026) sekitar pukul 12.00 WIB.
Peristiwa tragis tersebut terjadi akibat curah hujan tinggi yang menyebabkan kondisi tanah menjadi labil hingga longsor menimpa rumah korban. Dalam kejadian itu, dua anak pasangan Yukamri dan Suryani meninggal dunia setelah tertimbun reruntuhan tanah dan puing bangunan.
Proses evakuasi berlangsung dramatis dengan bantuan alat berat excavator untuk merobohkan bagian rumah agar korban dapat ditemukan. Evakuasi melibatkan berbagai unsur, mulai dari Kapolres Bungo, Dandim 0416/Bute, BPBD, Satpol PP, Sekda, Camat, Kapolsek, Datuk Rio, BPD, hingga tokoh masyarakat setempat.
Suryani berhasil diselamatkan meski mengalami patah tulang, sementara Yukamri selamat dari musibah tersebut. Namun keduanya harus menerima kenyataan pahit kehilangan putra dan putri tercinta.
Korban pertama, Arya (10), siswa kelas 4 SD Negeri 84 Empelu, ditemukan meninggal dunia di lokasi kejadian akibat tertimbun longsor. Sementara adiknya yang masih berusia sekitar 5 tahun dan duduk di bangku TK sempat ditemukan dalam kondisi bernyawa, namun akhirnya menghembuskan napas terakhir saat mendapat perawatan di RSUD Hanafie Bungo.
Pada Kamis (14/5/2026), sekitar pukul 10.00 WIB, prosesi pemakaman kedua korban dilaksanakan di Tempat Pemakaman Umum Dusun Empelu. Suasana haru dan isak tangis keluarga serta warga mengiringi prosesi peristirahatan terakhir kedua anak tersebut.
Jenazah Arya dibawa menggunakan keranda, sedangkan sang adik digendong keluarga menuju lokasi pemakaman. Kedua makam dibuat berdampingan sebagai bentuk kasih sayang keluarga terhadap kakak beradik tersebut.
Seorang warga Dusun Empelu yang enggan disebutkan namanya menyampaikan rasa duka mendalam atas musibah tersebut.
“Kami warga Dusun Empelu sangat berkabung dan berduka atas kepergian kedua putra-putri Yukamri dan Suryani yang menjadi korban longsor. Baru saja kami selesai proses pemakamannya, dan makam keduanya berdampingan,” ujar warga.
Sementara itu, Datuk Rio Dusun Empelu, H.M. Thohir, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu proses evakuasi hingga pemakaman korban.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak terkait dan masyarakat Dusun Empelu yang telah membantu proses evakuasi korban longsor hingga pemakaman hari ini. Semoga kedua almarhum ditempatkan di sisi terbaik Allah SWT. Kepada kedua orang tua korban, tetaplah sabar, tawakal, dan diberi kekuatan dalam menghadapi musibah ini,” ujar H.M. Thohir.
Kini kedua korban telah dimakamkan di tempat peristirahatan terakhir mereka. Duka mendalam masih dirasakan keluarga dan masyarakat Dusun Empelu atas musibah yang merenggut dua nyawa anak-anak tersebut.
Penulis: Hendri








