LENSAONE.ID – JAMBI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Jambi dijadwalkan menggelar rapat paripurna istimewa dalam rangka memperingati Hari Jadi Tanah Pilih Pusako Betuah ke-625 serta Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Pemerintah Kota Jambi pada 2 Juni 2026 mendatang.
Momentum peringatan tersebut dinilai bukan hanya sebagai agenda seremonial tahunan, melainkan menjadi refleksi bersama atas perjalanan pembangunan Kota Jambi sekaligus penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah dan masyarakat.
Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly, menyampaikan bahwa sejumlah program pembangunan yang dijalankan Pemerintah Kota Jambi mulai menunjukkan perkembangan positif dan manfaatnya telah dirasakan oleh masyarakat di berbagai sektor.
Meski demikian, ia menegaskan pemerintah daerah tidak boleh cepat merasa puas. Menurutnya, masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, terutama persoalan-persoalan perkotaan yang selama ini menjadi perhatian publik.
“Perkembangan pembangunan sudah mulai terlihat. Namun tantangan yang dihadapi Kota Jambi juga masih cukup banyak. Karena itu, diperlukan kerja bersama agar berbagai persoalan yang ada bisa diselesaikan secara bertahap,” ujar Kemas, Senin (18/5/2026).
Salah satu isu yang menjadi sorotan DPRD, lanjutnya, adalah persoalan pengelolaan sampah. Ia menilai upaya Pemerintah Kota Jambi dalam menangani persoalan tersebut mulai menunjukkan arah perbaikan melalui penambahan armada angkutan sampah serta pembenahan sistem pengelolaan di lapangan.
Menurut Kemas, langkah pembentukan Operator Pengumpul Sampah Berbasis Masyarakat (OPBM) hingga program Kampung Bahagia menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola kebersihan lingkungan berbasis partisipasi masyarakat.
“Program penanganan sampah harus mendapat dukungan seluruh elemen masyarakat agar hasilnya maksimal. Kebersihan kota tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan warga,” katanya.
Selain menyoroti persoalan kebersihan, DPRD Kota Jambi juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap penggunaan anggaran daerah. Kemas memastikan lembaga legislatif akan terus memperkuat fungsi pengawasan bersama aparat penegak hukum guna memastikan pengelolaan APBD berjalan transparan, efektif, dan tepat sasaran.
Ia menegaskan, pengawasan tersebut penting agar setiap program pembangunan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mencegah potensi penyimpangan anggaran.
“Kami ingin pembangunan Kota Jambi berjalan secara sehat, transparan, dan hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat. Itu yang menjadi komitmen bersama,” pungkasnya.
(Reporter: Meric)









