Wali Murid SDN 56 Talang Selungko Gelar Aksi Protes, Minta Evaluasi Kepala Sekolah dan Guru

LENSAONE.ID – Bungo – Puluhan wali murid SD Negeri 56 Talang Selungko, Kecamatan Bathin II Pelayang, Kabupaten Bungo, provinsi Jambi menggelar aksi protes di lingkungan sekolah pada Senin (13/7/2026).

 

Mereka meminta Pemerintah Kabupaten Bungo melalui Dinas Pendidikan melakukan evaluasi terhadap kepala sekolah dan tenaga pendidik.

Aksi yang didominasi kaum ibu itu turut disaksikan sejumlah awak media yang diundang untuk melihat langsung penyampaian aspirasi para wali murid.

Dalam aksi tersebut, para orang tua menyampaikan berbagai keluhan terkait proses belajar mengajar maupun administrasi sekolah.

 

Mereka menilai perlu adanya pembenahan menyeluruh demi meningkatkan kualitas pendidikan di SDN 56 Talang Selungko.

Ketua RT 06 Dusun Talang Selungko, Sumiarti, bersama salah seorang perwakilan wali murid, Yusnidar, menyampaikan harapan agar pemerintah segera mengambil langkah tegas.

 

“Kami berharap Bupati dan Dinas Pendidikan segera mengevaluasi kepala sekolah beserta guru-guru di SD ini. Jika tidak ada perubahan, kami khawatir kualitas pendidikan anak-anak kami akan semakin menurun,” ujar mereka.

 

Sejumlah wali murid juga mengeluhkan masih adanya siswa kelas atas yang dinilai belum lancar membaca. Selain itu, mereka menyoroti sejumlah kesalahan administrasi pada rapor, seperti nama siswa yang tidak sesuai dengan Kartu Keluarga, nama orang tua yang tidak tercantum, hingga dugaan kesalahan penulisan jenis kelamin siswa.

 

Akibat kekecewaan tersebut, para wali murid bahkan menyatakan sekolah sebaiknya ditutup sementara apabila tidak ada langkah nyata dari pemerintah untuk melakukan pembenahan.

 

Menanggapi hal itu, Kepala SDN 56 Talang Selungko berinisial MZ mengakui masih terdapat sejumlah kekurangan dalam administrasi sekolah.

Ia menjelaskan, kesalahan pada rapor terjadi akibat proses pergantian operator sekolah sehingga menyebabkan kekeliruan dalam penginputan data.

“Kami mengakui masih ada kekurangan dan kesalahan administrasi, termasuk pada data rapor siswa. Semua itu akan segera kami perbaiki sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

 

MZ menambahkan pihak sekolah sebenarnya telah berencana menyelesaikan seluruh perbaikan administrasi pada hari yang sama. Namun, proses tersebut terkendala karena aktivitas sekolah terganggu akibat aksi para wali murid yang menyebabkan kantor sekolah tidak dapat diakses.

 

Selain meminta perhatian Dinas Pendidikan, aspirasi para wali murid juga disampaikan kepada Bupati Bungo dan DPRD Kabupaten Bungo melalui Organisasi Ratu Prabu 08 Bungo yang turut hadir mendampingi masyarakat.

Mereka berharap pemerintah segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pembelajaran, kualitas tenaga pendidik, serta tata kelola administrasi sekolah agar proses belajar mengajar kembali berjalan dengan baik.

 

 

Sementara itu, Kepala Sekolah MZ menyatakan siap menerima keputusan apa pun dari pemerintah, termasuk apabila nantinya dipindahtugaskan ke sekolah lain sebagai bagian dari kebijakan Dinas Pendidikan. Ia menegaskan akan menghormati setiap keputusan yang diambil demi kepentingan dunia pendidikan.

 

(Reporter: Hendri)