Ketua PMII Kota Jambi: HUT kemerdekaan tahun ini, yakni Indonesia Tangguh

Provinsi jambi438 Dilihat

Lensaone.id-Jambi-Ketua Umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Jambi Ade Kurnia Utama, SH., mengungkapkan makna dari peringatan hari Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-76 tahun 2021.

 

Baginya semangat jangan sampai pudar, dalam kondisi apapun makna kemerdekaan harus di tanamkan ke dalam jiwa setiap generasi bangsa Indonesia, walaupun saat ini pandemi tengah melanda dunia termasuk Indonesia.

 

“Meskipun perayaan kemerdekaan tahun ini masih dalam kondisi covid-19, semangat kemerdekaan tidak boleh hilang, sebagaimana tertuang dalam tema HUT kemerdekaan tahun ini, yakni Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh,” Ujar pemuda yang tengah melanjutkan studi S2 Hukum di UIN STS Jambi ini, sambil menikmati kopi di rumahnya, Selasa (17/08/2021).

 

Ade mengatakan, bahwa perjuangan para founding father dalam merebut kemerdekaan, tidak boleh hilang dalam sanubari setiap anak bangsa, justru bagaimana perjuangan tersebut terus dilanjutkan dalam bentuk membangun citra, rasa dan adipraya atau cita cita dari para pahlawan.

 

“Bagaimana semestinya kita bersatu padu dalam pembangunan, menghadirkan diri sebagai bagian dari anak bangsa, guna menciptakan Indonesia yang maju dan sejahtera,” Ungkapnya.

 

Sebagai salah satu pemimpin organisasi kemahasiswaan terbesar di Indonesia, khususnya untuk Kota Jambi, Ade juga meminta semua elemen dapat saling menyokong dalam menghadapi pandemi, yang membuat keadaan tidak menentu seperti yang terjadi saat ini, dan meminta agar tidak ada yang memanfaatkan situasi covid-19 untuk keuntungan pribadi atau kelompok kecil dari masyarakat.

 

“Kita sama sama sulit, jadi sebaiknya kita saling berpangku tangan, gotong royong menghadapi kesulitan akibat covid-19 ini, jangan ada yang menjadikan pandemi ini sebagai suatu keuntungan pragmatisme sekelompok orang, misalnya bisa menimbun alat APD untuk di jual mahal, atau juga kepentingan politik dengan menyebarkan berita berita hoax, dengan tujuan menakut nakuti masyarakat dan memecah belah,” Pintanya.

 

Lebih lanjut, ia juga meminta pemerintah yang telah menganggarkan untuk penanganan covid, bisa lebih transparan penggunaannya, serta tepat sasaran ketika menyalurkan bantuan dan pengadaan alat kesehatan.

 

“Kita tahu ya dari media, bahwa pemerintah pusat dan daerah sudah menganggarkan untuk penanganan pandemi, semoga bisa transparan dan tepat sasaran dalam penggunaannya, sehingga dapat membantu masyarakat yang terdampak dari pandemi ini,” Harap Ade.

 

Selain itu, Ade juga mengingatkan agar para tenaga kesehatan, tidak serta merta mengatakan covid kepada orang yang mau berobat karena sakit, tanpa memeriksa dengan teliti dan jujur.

 

“Kita akui nakes saat ini banyak yang lelah, karena mereka berada terdepan menangani orang yang terdampak covid, tapi perlu di ingat bahwa banyak juga masyarakat yang takut untuk berobat, hanya karena akan di anggap covid, padahal mereka hanya sakit demam biasa, jadi bagi yang mengurus anggaran nakes, jangan menjadikan penyakit biasa sebagai covid agar anggaran bisa cair, covid ini sudah membuat orang susah, jadi harus kita bersama sama jernihkan langkah melawan covid-19,” Tutupnya.

( Reporter Erick )

Komentar