Lensaone.id | Bungo – Debit air Sungai Batang Tebo dilaporkan terus mengalami peningkatan menyusul curah hujan yang masih mengguyur wilayah Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, hingga sore hari, Rabu (25/12/2025).
Berdasarkan pantauan di lapangan pada pukul 17.48 WIB, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berlangsung di sejumlah wilayah Kabupaten Bungo.
Kondisi tersebut menyebabkan arus Sungai Batang Tebo terlihat semakin deras dengan debit air yang mulai naik secara signifikan.
Di permukaan sungai tampak jelas ranting bambu dan kayu hanyut terbawa arus deras, menandakan peningkatan volume air dari wilayah hulu. Kondisi ini terpantau jelas di Kecamatan Tanah Sepenggal, tepatnya di Dusun Teluk Pandak, di mana arus Sungai Batang Tebo mengalir sangat kencang menuju muara.
Pihak media mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Bungo, khususnya warga yang bermukim di bantaran sungai, seperti di sepanjang Sungai Batang Tebo, Sungai Uleh, Sungai Batang Jujuhan, Sungai Batang Pelepat, Sungai Batang Bungo, serta sungai-sungai kecil yang bermuara ke sungai besar, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir.
Warga di sejumlah dusun rawan banjir mengungkapkan kekhawatirannya apabila hujan terus turun tanpa henti dalam beberapa hari ke depan. Menurut keterangan warga kepada Lensaone.id, banjir merupakan kejadian yang hampir rutin terjadi setiap memasuki momen Natal dan Tahun Baru.
“Kalau hujan berturut-turut dan tidak berhenti, kemungkinan besar pasti banjir. Apalagi sudah kebiasaan wilayah Kabupaten Bungo ini langganan banjir saat akhir tahun,” ujar salah seorang warga.
Selain merendam permukiman, banjir juga mulai berdampak pada sektor pertanian. Sejumlah petani yang berkebun di tepi sungai melaporkan lahan mereka sudah terendam air, termasuk tanaman jagung, kacang-kacangan, ubi, dan berbagai jenis sayuran. Bahkan, beberapa peternak telah mengamankan ternak sapi ke lokasi yang lebih tinggi sebagai langkah antisipasi.
Menghadapi potensi banjir musiman ini, masyarakat diimbau untuk tetap tenang, tidak panik, serta terus memantau perkembangan informasi, khususnya dari wilayah hulu sungai. Warga juga diminta untuk saling berbagi informasi guna mengantisipasi dampak yang lebih luas, terutama bagi masyarakat yang kesulitan memenuhi kebutuhan ekonomi harian akibat banjir berkepanjangan.
Banjir yang berlangsung berhari-hari bahkan berminggu-minggu dikhawatirkan dapat menimbulkan kerugian besar, terutama bagi warga yang tinggal di kawasan langganan banjir.
(Reporter: Hendri)
(Editor: Redaksi Media Lensaone.id)








