Lensaone.id -Jambi – Keberadaan tempat hiburan malam Helens Play Mart menjadi sorot masyarakat
Sejumlah pihak menilai, sejak mulai beroperasi, Helens Play Mart kerap dikaitkan diduga dengan berbagai insiden keributan. Mulai dari perkelahian antar pengunjung, pengeroyokan, hingga dugaan tindak pidana berat seperti pemukulan menggunakan senjata api. Rangkaian kejadian tersebut menjadikan Helens Play Mart dinilai diduga sebagai salah satu pemicu gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kota Jambi ini menjadi catat penting bagi pemerintah Jambi untuk bertindak
Helens Play Mart yang berada di kawasan Ancol, Kota Jambi, kembali menuai sorotan publik.Meski sempat waktu lalu ditutup oleh masyarakat dan disegel oleh pemerintah kota Jambi akhirnya kembali beroperasi lagi
Pada pergantian tahun baru 2026
Aliansi Masyarakat Adat Melayu Jambi kembali melakukan aksi unjuk rasa didepan Helens Play Mart jambi untuk penutup permanen
Dari nformasi sebelumnya Helen play mart diklaim tidak beroperasi pada malam pergantian Tahun Baru 2026, fakta di lapangan menunjukkan tempat hiburan tersebut tetap buka dan dipadati pengunjung, Rabu (31/12/2025) malam.
Kondisi ini memicu kekecewaan masa aksi. Pasalnya, pernyataan pihak manajemen yang disampaikan melalui Polsek Kecamatan Pasar dinilai tidak sesuai dengan realita.
Dalam aksi Koordinator Lapangan Aliansi Masyarakat Adat Melayu Jambi Teguh,
menegaskan bahwa penolakan yang dilakukan pihaknya bukan terhadap investasi, melainkan terhadap dampak sosial yang ditimbulkan.
“Kami tidak menolak investasi. Tapi fakta di lapangan menunjukkan tempat hiburan ini sering memicu keributan. Ini harus menjadi catatan serius bagi pemerintah dan aparat penegak hukum,” pungkas teguh.
(Reporter: Meric)














