ORMAS, LSM, dan Awak Media Sukses Salurkan Bantuan Kemanusiaan ke Sumbar dan Sumut

LENSAONE.ID – BUNGO – Masyarakat Kabupaten Bungo bersama organisasi kemasyarakatan (Ormas), lembaga swadaya masyarakat (LSM), serta awak media, dengan dukungan Pemerintah Daerah Kabupaten Bungo, berhasil menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak bencana banjir dan tanah longsor di dua provinsi, yakni Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) dan Provinsi Sumatra Utara (Sumut).

 

Penggalangan donasi dilaksanakan melalui Posko 1 dan Posko 2 dalam kurun waktu 29 November 2025 hingga 31 Desember 2025. Posko 1 dikoordinatori oleh Laiden Sihombing, sementara Posko 2 dikelola oleh Phendos bersama rekan-rekan awak media.

 

Meski dalam pelaksanaannya menghadapi berbagai tantangan, kendala, serta beragam komentar dari masyarakat, kegiatan kemanusiaan ini tetap berjalan sesuai rencana. Seluruh rangkaian kegiatan dinilai telah sejalan dengan visi dan misi bersama yang disepakati sejak pendirian posko hingga resmi ditutup pada 31 Desember 2025.

 

Ucapan terima kasih pun mengalir dari berbagai pihak penerima bantuan, baik berupa sembako maupun pakaian layak pakai. Apresiasi disampaikan oleh Keluarga Tambunan dari dapur umum Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Kota Sibolga, Sumatra Utara, serta Kepala Desa Aek Ngadol, Kabupaten Tapanuli Selatan.

 

Pada 2 Januari 2026, melalui sambungan telepon dari lokasi pengungsian SMA Negeri 1 Tukka, para penerima bantuan menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada pengurus Posko 1 Simpang Jambi dan awak media yang telah menyalurkan bantuan ke wilayah terdampak banjir bandang. Mereka juga berharap bantuan sembako dapat terus berlanjut, mengingat kondisi rumah, lahan pertanian, dan persawahan warga mengalami kerusakan parah.

 

Sementara itu, untuk wilayah Desa Garoga dan Anggoli, yang berada di perbatasan Kabupaten Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan, Hasibuan selaku pengawas dapur umum dan posko sembako menyampaikan harapan agar pasokan sembako tetap berlanjut. Menurutnya, kebutuhan pangan merupakan prioritas utama dibandingkan bantuan pakaian.

 

Selain itu, sekelompok ibu-ibu di wilayah perbatasan Tapteng–Tapsel juga berharap adanya bantuan dana transportasi pendidikan bagi anak-anak mereka. Hal ini disebabkan sekolah-sekolah terdampak bencana sehingga para siswa harus berpindah-pindah lokasi sekolah sambil menunggu pembangunan kembali oleh pemerintah setempat.

 

Ketua Wilayah Ratu Prabu 08 Provinsi Jambi, Dr. Iskandar Budiman, melalui sambungan seluler kepada pengurus Ratu Prabu 08 Bungo, menyampaikan bahwa aksi kemanusiaan yang berlangsung selama satu bulan tersebut merupakan bentuk kepedulian nyata masyarakat Kabupaten Bungo. Ia menilai kegiatan ini cukup positif dan patut ditingkatkan, tanpa membedakan daerah, suku, ras, maupun agama.

 

“Semua ini dilaksanakan atas dasar rasa kemanusiaan dan kebijaksanaan,” ujarnya mengakhiri komunikasi.

Sementara itu, Laiden Sihombing, warga asal Medan yang kini menetap di Kabupaten Bungo dengan moto “Langkah Serentak Limbai Seayun”, mengungkapkan rasa bangganya dapat membantu saudara-saudara yang tertimpa musibah di Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh.

 

“Semoga musibah ini cepat berlalu. Kita hanya bisa berjuang semampunya dan terus berdoa agar mereka diberi kekuatan, kesabaran, dan ketawakalan,” tutur Laiden.

 

Penulis: Hendri

Media Online Lensaone.id