LENSAONE.ID – Bungo – Rasa kebersamaan dan kekompakan masyarakat Dusun Empelu, Kecamatan Tanah Sepenggal, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, masih terjaga dengan kuat. Hal ini terlihat dari kegiatan gotong royong warga dalam memperbaiki jalan kabupaten di Kampung Sungai Sekawang, tepatnya di belakang Musholla Ozul Husna.
Jalan kabupaten tersebut diketahui telah lama mengalami kerusakan dan belum tersentuh perbaikan. Kondisinya cukup parah, berlubang, dan kerap tergenang air saat hujan turun, sehingga mengganggu aktivitas serta mobilitas warga.
Atas kepedulian bersama, masyarakat Dusun Empelu berinisiatif melakukan perbaikan dengan cara pengecoran menggunakan rabat beton. Kegiatan ini didukung oleh sumbangan para dermawan serta partisipasi swadaya masyarakat. Gotong royong dilaksanakan pada Kamis, 29 Januari 2026, dan selesai sekitar pukul 16.30 WIB dengan lancar.
Musholla Ozul Husna sendiri berdiri sekitar 15 tahun silam dan dibangun oleh almarhum Drs. H. Hasan. Saat ini, musholla tersebut telah dihibahkan kepada masyarakat Dusun Empelu dan menjadi pusat kegiatan keagamaan warga Kampung Sungai Sekawang.
Tradisi gotong royong yang kini mulai jarang ditemui di sejumlah dusun di Kabupaten Bungo, masih terus terpelihara di Dusun Empelu.
Kekompakan antara masyarakat dan para pemimpinnya menjadi kekuatan utama dalam menjaga nilai-nilai sosial dan kebersamaan yang diwariskan secara turun-temurun.
Sepintas diketahui, Musholla Ozul Husna didirikan oleh sesepuh Dusun Empelu, almarhum Drs. H. Hasan, putra dari almarhum H. Taher. Almarhum Drs. H. Hasan dikenal sebagai tokoh berpengaruh di Kabupaten Bungo dan Provinsi Jambi. Ia pernah menjabat sebagai Bupati Bungo Tebo periode 1975–1986 serta Anggota DPD RI daerah pemilihan Jambi periode 2004–2009.
Sementara itu, kakaknya, H. Hanafi (H. Hanafie), juga dikenal sebagai tokoh penting dalam perjuangan pembentukan Provinsi Jambi melalui Badan Kongres Rakyat Djambi (BKRD). Meski sempat diusulkan sebagai gubernur pertama, namun karena dinamika politik saat itu, pelantikannya tidak pernah terealisasi.
Dalam keterangannya kepada awak media Lensaone.id, Datuk Rio Dusun Empelu, H.M. Thohir, menegaskan bahwa gotong royong merupakan nilai luhur yang harus terus dipertahankan.
“Gotong royong adalah tradisi turun-temurun yang patut kita jaga. Dari kekompakan inilah terlihat kebersamaan suatu dusun. Alhamdulillah, hari ini masyarakat bersama-sama bergotong royong memperbaiki jalan di belakang Musholla Ozul Husna dengan bantuan para dermawan dan sumbangan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu, baik berupa material maupun dana.
“Sekarang jalan yang sebelumnya rusak sudah dicor beton, sehingga ke depan warga tidak lagi kesulitan melintas. Semoga amal kebajikan para dermawan dan masyarakat dibalas oleh Allah SWT. Aamiin,” tutupnya.
Hal senada disampaikan salah seorang warga Dusun Empelu yang ikut dalam kegiatan gotong royong namun enggan disebutkan namanya. Ia mengapresiasi kinerja Pemerintah Dusun, BPD, dan seluruh elemen masyarakat.
“Kami patut mengacungkan jempol karena rasa kebersamaan masih terjaga. Sejak dipimpin Datuk Rio H.M. Thohir, banyak kemajuan, terutama dalam membangkitkan semangat gotong royong. Jalan ini sudah lama rusak, akhirnya kami bersama-sama mengecor dengan beton,” ungkapnya.
Ketua BPD Dusun Empelu, Riduan, juga menegaskan pentingnya menjaga kebersamaan dan semangat gotong royong.
“Kebersamaan dan rasa gotong royong perlu kita jaga dan rawat bersama-sama. Alhamdulillah, dusun kita masih kompak bergotong royong memperbaiki jalan kabupaten di Kampung Sungai Sekawang. Jalan ini melewati pemukiman warga dan sudah lama rusak. Berkat kepedulian para dermawan yang menyumbangkan rezekinya, kegiatan pengecoran jalan dapat terlaksana dengan baik,” tutur Riduan.
Ia berharap kekompakan dan semangat kebersamaan tersebut terus terjaga dalam setiap kegiatan pembangunan di Dusun Empelu.
(Reporter: Hendri)









