8 Titik Reses DPRD Provinsi Jambi Fraksi PPP H. Yahya S.Pd.I Berakhir di Kampung Apung Mudik, Warga Usulkan perbaiki Jalan, Tower, dan Madrasah

LENSAONE.ID – BUNGO – Kegiatan reses Anggota DPRD Provinsi Jambi Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), H. Yahya, S.Pd.I, resmi berakhir di titik kedelapan yang berlangsung di Kampung Apung Mudik, Dusun Timbolasi, Kecamatan Bathin III Ulu, Kabupaten Bungo, Jumat (6/2/2026).

 

H. Yahya yang merupakan anggota Komisi VI DPRD Provinsi Jambi—membidangi pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan—melaksanakan reses mulai pukul 15.00 WIB hingga selesai. Kegiatan ini menjadi penutup rangkaian reses di delapan dusun dalam wilayah Kabupaten Bungo.

 

Kehadiran wakil rakyat tersebut disambut antusias oleh masyarakat Kampung Apung Mudik. Warga mengaku haru dan bersyukur atas kunjungan langsung anggota DPRD Provinsi Jambi ke wilayah mereka yang selama ini tergolong sulit dijangkau.

 

Dalam perjalanan menuju lokasi reses, H. Yahya turut merasakan langsung kondisi infrastruktur jalan yang rusak parah. Jalan sepanjang kurang lebih tiga kilometer dari simpang luar menuju Kampung Apung Mudik mengalami kerusakan berat, sehingga sulit dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat, terutama saat musim hujan.

Sebelum sesi inti reses dimulai, Kepala Kampung Apung Mudik, Zulkarnain, menyampaikan sambutan mewakili Pemerintah Dusun Timbolasi.

 

Ia didampingi oleh Kaur Pembangunan Dusun Timbolasi. Dalam sambutannya, Zulkarnain mengusulkan beberapa kebutuhan mendesak, di antaranya perbaikan jalan menuju kampung, jaringan telekomunikasi (tower), serta perhatian terhadap fasilitas pendidikan dan keagamaan.

 

“Kami mewakili masyarakat Dusun Timbolasi sangat berharap kepada Bapak Dewan agar dapat memperjuangkan jalan menuju Kampung Apung Mudik dan jaringan seluler. Kepedulian Bapak sangat kami nantikan,” ujar Zulkarnain.

 

Pada sesi tanya jawab yang dipimpin Andri Apung, warga secara terbuka menyampaikan berbagai keluhan. Menanggapi hal tersebut, H. Yahya menegaskan bahwa seluruh aspirasi masyarakat akan ditampung dan diperjuangkan sesuai dengan kemampuan anggaran.

 

“Semua usulan masyarakat akan kita tampung. Soal terealisasi atau tidak, tentu bergantung pada anggaran. Namun saya tidak akan bosan memperjuangkan hak-hak masyarakat. Mari kita sama-sama berdoa agar apa yang kita usulkan dapat terwujud,” tutur H. Yahya.

 

 

Hal senada disampaikan Andri Apung, selaku Kepala Sekolah Madrasah Diniyah (Madin) Tarbiyah Islamiah Kampung Apung Mudik. Ia berharap adanya perhatian khusus terhadap kondisi madrasah yang dinilai sudah tidak layak.

“Kami berharap madrasah Tarbiyah Islamiah ini bisa direhabilitasi agar anak-anak nyaman belajar. Kondisinya Bapak Dewan sudah lihat langsung,” ujarnya.

Beberapa warga lainnya turut menyampaikan aspirasi, di antaranya Suwir dan Erna yang mengusulkan perbaikan jalan menuju SDN 85 Kampung Apung Mudik demi keselamatan dan kenyamanan anak-anak sekolah.

 

Sementara itu, Edi, salah satu warga Kampung Apung Mudik, tak kuasa menahan tangis saat menyampaikan keluhan. Ia mengungkapkan bahwa jalan menuju kampung mereka sudah lebih dari 25 tahun tidak pernah diperbaiki.

“Kami di Kampung Apung Mudik ada sekitar 120 kepala keluarga. Jalan ini sudah 25 tahun tidak pernah diperbaiki. Kami hanya bisa swadaya dan gotong royong. Saat hujan, jalan sangat sulit dilalui. Kami mohon bantuan Bapak Dewan,” ungkap Edi dengan mata berkaca-kaca.

 

 

Diketahui, reses perdana H. Yahya di Kabupaten Bungo dilaksanakan di delapan titik, yakni:

 

1.Dusun Simpang Babeko, Kecamatan Bathin II Babeko (31 Januari 2026)

2.Dusun Air Gemuruh, Kecamatan Bathin III (1 Februari 2026)

3.Dusun Tanah Bekali, Kecamatan Tanah Sepenggal (2 Februari 2026)

4.Dusun Rambah, Kecamatan Tanah Tumbuh (2 Februari 2026)

5.Dusun Batu Kerbau, Kecamatan Pelepat (3 Februari 2026)

6.Dusun Bedaro, Kecamatan Muko-Muko Bathin VII (4 Februari 2026)

7.Dusun Sungai Telang, Kecamatan Bathin III Ulu (6 februari 2026)

8.Kampung Apung Mudik, Dusun Timbolasi (6 Februari 2026)

Seluruh rangkaian reses berjalan lancar, aman, tertib, dan kondusif hingga berakhir di titik kedelapan.

(Reporter: Hendri)