Balapan Liar Marak Saat Ramadhan 1447 H, Warga Tanah Sepenggal Resah

LENSAONE.ID – BUNGO – Fenomena balapan liar kembali marak setiap memasuki bulan suci Ramadhan. Seperti yang terjadi pada Ramadhan 1447 Hijriah tahun 2026, aksi trek motor ugal-ugalan terlihat di wilayah Kecamatan Tanah Sepenggal, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi.

 

Para pemuda dengan sepeda motor modifikasi nekat memacu kendaraannya di jalan aspal umum pada sore hari menjelang berbuka puasa. Aksi tersebut kerap menghambat pengguna jalan lain, baik roda dua maupun roda empat, bahkan membahayakan pejalan kaki yang melintas.

 

Tanpa mengenakan perlengkapan keselamatan seperti helm standar dan pelindung tubuh, para pelaku tampak melakukan aksi angkat motor (wheelie) layaknya di arena balap profesional. Padahal, jalan yang digunakan merupakan fasilitas umum yang diperuntukkan bagi seluruh masyarakat.

Pemerintah dusun bersama pihak kecamatan serta jajaran Kepolisian Sektor Tanah Sepenggal disebut telah berulang kali memberikan imbauan, penegasan, hingga melakukan patroli rutin. Namun, sebagian oknum pembalap liar diduga belum menunjukkan efek jera.

Bahkan sebelumnya, Pemerintah Dusun Tenam bersama masyarakat sempat memasang portal pembatas jalan dari besi dan kayu sebagai upaya pencegahan. Namun, portal tersebut diduga dicabut oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Kondisi ini membuat pemerintah dusun merasa kewalahan dalam mengatasi aksi balapan liar tersebut.

 

Sejumlah pengguna jalan mengaku resah dan khawatir terhadap keselamatan mereka saat melintas, terutama di waktu sore hari ketika aktivitas masyarakat meningkat menjelang berbuka puasa.

“Kami berharap kepada pemerintah daerah, DPRD, Dandim, dinas terkait, Kapolres, camat, Kapolsek, Datuk Rio, BPD, serta tokoh pemuda untuk bersatu dalam memberantas aksi trek motor di jalan yang sangat meresahkan ini,” ujar salah seorang pengguna jalan kepada awak media.

 

Masyarakat berharap adanya tindakan tegas dan solusi konkret agar bulan suci Ramadhan dapat dijalani dengan aman, nyaman, dan penuh ketertiban, tanpa gangguan aksi balapan liar yang membahayakan keselamatan bersama.

(Penulis: Hendri)