LENSAONE.ID – Peringatan Hardiknas 2026 menjadi momentum refleksi untuk menghidupkan kembali spirit pendidikan nasional yang berakar pada sistem among Ki Hajar Dewantara: Asah (ilmu), Asih (kasih sayang), dan Asuh (pendampingan). Inti dari pendidikan adalah proses memuliakan manusia dan menumbuhkan fitrah serta potensi setiap anak bangsa.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menetapkan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) sebagai program prioritas untuk mencapai cita-cita Indonesia yang maju dan bermartabat. Berikut adalah lima kebijakan strategis yang diusung:
1. Revitalisasi Fisik dan Digitalisasi
Melakukan percepatan pembangunan sarana prasarana agar lingkungan belajar menjadi nyaman.
Target digitalisasi melalui penyediaan Papan Interaktif Digital (PID) yang telah menjangkau lebih dari 288.000 satuan pendidikan.
2. Peningkatan Kualitas dan Kesejahteraan Guru
Guru ditempatkan sebagai teladan dan agen peradaban.
Pemberian beasiswa Rp3.000.000 per semester bagi guru yang belum menempuh jenjang S1/D4.
Peningkatan kesejahteraan melalui kenaikan tunjangan sertifikasi yang kini ditransfer langsung setiap bulan, serta pemberian insentif bagi guru honorer.
3. Penguatan Karakter dan Budaya Sekolah
Membangun atmosfer sekolah dengan budaya ASRI (Aman, Sehat, Risiko, dan Indah) agar sekolah menjadi “rumah kedua”.
Implementasi program nyata seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7KAIH), serta kegiatan Pagi Ceria dan Pramuka.
4. Literasi, Numerasi, dan Evaluasi Akademik
Fokus pada peningkatan kualitas pembelajaran melalui gerakan literasi, numerasi, dan STEM.
Penerapan Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai alat evaluasi mutu pendidikan sekaligus instrumen seleksi studi ke jenjang lebih tinggi.
5. Akses Pendidikan yang Inklusif dan Fleksibel
Menjamin layanan pendidikan yang murah dan mudah diakses bagi mereka yang terkendala faktor ekonomi, domisili, maupun kondisi fisik.
Penguatan layanan bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) melalui sekolah inklusi dan Sekolah Luar Biasa (SLB).
Pesan Penutup:
Keberhasilan seluruh kebijakan ini sangat bergantung pada sinergi ekosistem pendidikan (sekolah, keluarga, masyarakat, dan media) serta penerapan prinsip 3M: Mindset yang maju, Mental yang kuat, dan Misi yang lurus. Mari kita wujudkan pendidikan bermutu untuk semua demi Indonesia yang cerdas dan berdaulat. Semoga.
Ditulis Oleh: Sufri Helmi Tanjung (Ketua Umum ATAS Indonesia)













